Yurike Sanger, Istri ke-7 Presiden Soekarno, Dimakamkan dengan Khidmat di TPU Tanah Kusir

Yurike Sanger, Istri ke-7 Presiden Soekarno, Dimakamkan dengan Khidmat di TPU Tanah Kusir
Yurike Sanger, Istri ke-7 Presiden Soekarno

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Prosesi pemakaman Yurike Sanger, istri ke-7 Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, berlangsung khidmat dan penuh haru di TPU Tanah Kusir Blad Khusus Pahlawan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin (6/10/2025).

Yurike Sanger mengembuskan napas terakhir pada usia 81 tahun, setelah menjalani perawatan intensif akibat kanker payudara di San Gorgonio Hospital, California, Amerika Serikat. Jenazah tiba di Indonesia pada Minggu malam (5/10), dan disemayamkan terlebih dahulu di RSPAD Gatot Soebroto sebelum dimakamkan di antara para pahlawan dan perintis kemerdekaan Indonesia.

Prosesi pemakaman dipimpin secara rohani Kristen, diiringi doa dan nyanyian pujian, serta dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat. Keempat anak mendiang, yakni Batara Bahyu, Eka Putri, Lintar Wardana, dan Tjahyadi, tampak tegar di barisan depan saat ibadah berlangsung.

BACA JUGA: Dentuman Misterius Disertai Bola Api Hebohkan Warga Cirebon, BMKG dan BRIN Lakukan Penyelidikan

Upacara dilakukan dengan penuh penghormatan, mengingat status almarhumah sebagai bagian dari sejarah penting bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Yurike Sanger dikenal luas sebagai istri ke-7 Presiden Soekarno, yang dinikahi pada 6 Agustus 1964 dalam sebuah upacara yang berlangsung di Istana Negara. Saat itu, Yurike masih berusia muda dan dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang baik.

Meski kehidupan rumah tangga mereka tak berlangsung lama, hubungan Yurike dengan keluarga besar Soekarno tetap terjalin baik hingga akhir hayatnya.

BACA JUGA: Mensesneg Prasetyo Hadi: Prosedur Tidak Jalan Jadi Biang Masalah Program Makan Bergizi Gratis

Pemakaman Yurike Sanger di TPU Tanah Kusir, tepatnya di Blad Khusus Pahlawan, merupakan bentuk penghormatan atas perannya dalam sejarah nasional. Ia kini beristirahat di antara para pejuang dan perintis kemerdekaan yang telah lebih dulu wafat. (KSC)

Pos terkait