KLIKSUMUT.COM | LUBUKPAKAM –Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumatera Utara berkolaborasi dengan PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan gelar kegiatan Merdeka Stunting 2026, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Kantor Pegadaian Lubuk Pakam, Jalan Pangeran Diponegoro itu mengusung tema “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting” sebagai langkah perkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Kegiatan Merdeka Stunting 2026 di Lubuk Pakam tersebut turut dihadiri Sekretaris POGI, Dr.dr. Sarah Dina, M.Ked(OG), SpOG-Subsp.Onk, serta Wakil Sekretaris II POGI yang juga termasuk Tim Merdeka Stunting 2026, dr. Elvira Muthia Sungkar, M.Ked(OG), SpOG.
BACA JUGA: Pegadian Syariah Gelar Aksi Bersih Pantai Lhok Bubon Aceh Barat
Hadir juga Pimpinan Cabang Kantor Pegadaian Lubuk Pakam, Fauziah Husna Ginting dan Febrian Mega Putra, Kepala Bagian Humas & Protokoler Pegadaian Kanwil I Medan.
Ketua POGI Sumut yang juga Ketua Panitia Merdeka Stunting 2026, Dr.dr. Johny Marpaung, M.Ked(OG), SpOG.ubsp.KFm mengatakan, pencegahan stunting tak harus menunggu anak lahir.
Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak justru perlu dimulai sejak masa kehamilan, melalui pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, serta peningkatan pengetahuan ibu mengenai kesehatan ibu dan janin.
“Stunting bukan sekadar persoalan anak bertubuh pendek, tetapi juga berkaitan dengan masalah gizi, daya tahan tubuh, serta pengetahuan ibu mengenai kebutuhan nutrisi selama kehamilan,” kata Johny.
Disebutkannya, pemenuhan gizi tidak selalu harus dengan makanan mahal. Telur dan susu, misalnya, dapat menjadi sumber nutrisi penting bagi ibu hamil.
Namun, pengetahuan mengenai gizi juga sama pentingnya dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Johny menyebutkan, kegiatan pemeriksaan dan edukasi seperti itu dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi sejak kehamilan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan, Yohanis Wulang, mengatakan kolaborasi dengan POGI tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi kesehatan yang baik sejak dini, khususnya bagi ibu hamil.
Menurutnya, masa kehamilan menjadi bagian penting dalam persiapkan generasi yang sehat dan tangguh. Sebab, risiko gangguan pertumbuhan berkaitan erat dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Karena itu perhatian terhadap kesehatan ibu perlu dimulai sejak perencanaan rumah tangga, kehamilan, hingga anak setidaknya berusia dua tahun.
“Melalui kegiatan ini kita ingin wujudkan generasi-generasi yang tangguh. Ibu-ibu yang sehat nantinya akan melahirkan anak-anak sehat dan membentuk generasi emas,” ujarnya.
Yohanis menyebutkan, pemeriksaan dan perhatian terhadap kesehatan sejak dini diharapkan dapat menekan sekecil mungkin risiko anak lahir dan tumbuh dengan kondisi yang tidak optimal.
Hal itu, tidak terlepas dari pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, serta kepedulian terhadap berbagai penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan anak.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Pegadaian dalam mendukung program pemerintah mewujudkan generasi emas yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
Selain bidang kesehatan, Yohanis menyebut program tanggung jawab sosial dan lingkungan Pegadaian juga mencakup berbagai bidang lain, seperti pendidikan, pembangunan sarana dan prasarana umum, kegiatan keagamaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di Sumatera Utara, program tersebut antara lain diwujudkan melalui dukungan sarana pendidikan, termasuk di pesantren, pembangunan sarana ibadah dan jalan, sunatan massal, serta gerakan Mengetuk Pintu Langit yang dilaksanakan setiap Jumat Berkah dengan membagikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dijelaskannya, untuk program kesehatan ini dia berharap pada kegiatan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dapat dilaksanakan secara berkesinambungan di Sumatera Utara.
Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan prioritas program sosial Pegadaian yang dijalankan di seluruh Indonesia.
Antusiasme ibu hamil mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Meski pelaksanaannya berlangsung secara mendadak.
Lebih dari 60 peserta mengikuti rangkaian layanan kesehatan yang disiapkan secara gratis. Jumlah ini melebihi dari yang ditargetkan
Pada kegiatan ini dilakukan layanan kesehatan meliputi pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), ultrasonografi (USG), edukasi bagi ibu hamil, konseling parenting, hingga pemberian vitamin dan suplementasi gizi. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 10 tenaga medis.
Program Merdeka Stunting 2026 merupakan kolaborasi POGI dan Pegadaian yang dilaksanakan di 36 kota di Indonesia.
POGI menyediakan tenaga medis dan keahlian, sedangkan Pegadaian memberikan dukungan fasilitas dan pembiayaan melalui program Pegadaian Peduli.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan ibu hamil, pencegahan stunting, serta deteksi dini berbagai persoalan kesehatan perempuan.
POGI menilai kolaborasi tersebut dapat membantu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi perempuan sekaligus mendukung pemerintah dalam menekan angka stunting.
BACA JUGA: Kanwil I Medan Pegadaian Bukukan Laba Rp725,7 Miliar di Semester I 2026
Pimpinan Cabang Kantor Pegadaian Lubuk Pakam, Fauziah Husna Ginting mengaku pihaknya merasa antusias diberi kepercayaan bertugas dalam kegiatan tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar dan nasabah Pegadaian.
Dia menuturkan, melalui kegiatan itu masyarakat dan nasabah juga diperkenalkan sejumlah program corporate dari sisi kesehatan, dan produk keuangan.
Menurutnya, selain kesehatan, ibu hamil juga butuh perencanaan keuangan yang baik.
Melalui kolaborasi tersebut, POGI dan Pegadaian berharap perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak dapat semakin luas, sehingga upaya pencegahan stunting benar-benar dimulai sejak awal kehidupan dan ikut memperkuat fondasi menuju generasi Indonesia yang lebih sehat. (KSC)
Reporter: Swisma








