Wayang, Band Legendaris Asal Bekasi yang Tetap Eksis di Dunia Musik Indonesia

Wayang, Band Legendaris Asal Bekasi yang Tetap Eksis di Dunia Musik Indonesia
Wayang Band

KLIKSUMUT.COM – Grup musik legendaris Wayang kembali mencuri perhatian publik dengan formasi terbarunya. Band yang berdiri sejak 11 Juni 1995 ini dikenal sebagai salah satu grup musik berkarakter kuat di era 1990-an hingga 2000-an awal. Meski sempat vakum beberapa kali, Wayang membuktikan eksistensinya sebagai band yang tak lekang oleh waktu.

Nama Wayang ternyata memiliki makna unik. Bukan sekadar simbol budaya Jawa, tetapi merupakan singkatan dari inisial para personelnya: Wahyu Adrianto, Ahmad Fauzi, Ramdan Wahyudi, dan Gilang Ariestya. Mereka memulai perjalanan karier musiknya dari kota industri, Bekasi, dengan semangat anak muda yang ingin membawa warna baru dalam musik Indonesia.

Wayang merilis album debut bertajuk “Damai” pada tahun 1997 di bawah label BMG Indonesia dan Musica Studios. Lagu-lagu di album ini sukses memperkenalkan warna musik Wayang yang khas — harmonisasi vokal lembut dengan aransemen pop rock yang kuat. Album ini menjadi pintu gerbang bagi Wayang menuju popularitas di blantika musik Tanah Air.

Dalam rentang waktu 1997–2005, Wayang tergolong sangat produktif. Mereka merilis beberapa album, antara lain: Dongeng (1999), Transisi (2000), The Best of Wayang (2001), WYG (2002), Dari Hati (2003) dan Belum Terlambat (2005) – di bawah label baru Sony BMG Indonesia

Album-album tersebut mengukuhkan Wayang sebagai salah satu band pop-rock paling berpengaruh di masanya.

Setelah tahun 2005, Wayang sempat vakum sementara karena Gilang Ariestya harus menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, pada tahun 2009, Wayang kembali bangkit dengan semangat baru. Mereka merekrut Ical sebagai gitaris dan merilis album “Perbedaan” di bawah label Universal Music Indonesia.

Meski Ical akhirnya hengkang pada 2011 dan digantikan oleh Syafrie “Aie”, Wayang tetap menunjukkan konsistensi dalam bermusik.

Setelah beberapa kali mengalami perubahan personel, Wayang terus beradaptasi dengan zaman. Tahun 2014, mereka meluncurkan single “Tak Selamanya” yang diaransemen ulang dengan sentuhan modern di bawah label Seven Music Indonesia. Tahun 2015, mereka kembali menghadirkan lagu legendaris “Damai” dan “Jangan Kau Pergi” dalam versi baru.

Bacaan Lainnya

Kini, Wayang diperkuat oleh formasi solid: Ramdan Wahyudi – vokal & gitar, Ahmad Fauzi – bass, Gilang Ariestya – drum, Agung Lingga “Angga” – keyboard dan Syafrie “Aie” – gitar

Sang manajer, Bunda Lilik, yang telah setia mendampingi band ini melalui WYG Management, menegaskan bahwa Wayang akan terus berkarya dan menghibur para penggemar setia, yang akrab disebut “Wayangku.”

Keluar masuknya personel adalah proses alami dalam bermusik. Tapi Wayang adalah keluarga besar. Sekalipun tidak lagi bersama di panggung, mereka tetap bagian dari Wayang.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan manajemen yang solid, Wayang siap kembali mengisi industri musik Indonesia dengan karya-karya yang membawa nostalgia sekaligus nuansa baru.

Wayang bukan sekadar band, tetapi simbol perjalanan panjang musik Indonesia  dari masa kaset pita hingga era digital. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait