Wamenhan RI Tinjau Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Lampung

Wamenhan RI Tinjau Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Lampung
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto meninjau langsung kesiapan uji coba pendaratan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) jenis Super Tucano dan F-16 di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pemantang Panggang–Kayu Agung, Lampung, Rabu (11/2/2026).

KLIKSUMUT.COM | LAMPUNG – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto meninjau langsung kesiapan uji coba pendaratan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) jenis Super Tucano dan F-16 di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pemantang Panggang–Kayu Agung, Lampung, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan pertahanan udara nasional, sekaligus menguji fungsi infrastruktur sipil sebagai landasan darurat dalam situasi tertentu.

Menurut Wamenhan RI, konsep pemanfaatan jalan tol sebagai alternatif landasan pacu sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

“Konsep ini dinilai penting untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan. Kita ingin setiap pulau besar memiliki banyak alternatif pangkalan. Jika satu pangkalan terganggu, masih ada opsi lain,” ujar Donny Ermawan Taufanto.

Uji coba ini menunjukkan kesiapan sinergi antara sektor pertahanan dan infrastruktur sipil. Ruas tol yang digunakan memiliki lebar sekitar 24 meter—jauh lebih sempit dibandingkan runway bandara pada umumnya—namun tetap mampu digunakan untuk pendaratan pesawat tempur dengan standar keselamatan tinggi.

BACA JUGA: Indonesia Tampilkan Kerukunan di Imlek 2026, Wamen Ekraf Irene Umar Gelar Baksos di Glodok

Langkah ini sekaligus menjadi simulasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat, termasuk kondisi perang maupun bencana yang mengganggu operasional pangkalan udara utama.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhan RI memberikan apresiasi tinggi kepada para penerbang TNI AU yang dinilai menunjukkan profesionalisme dan kemampuan luar biasa.

Bacaan Lainnya

Kemampuan mendaratkan pesawat tempur seperti F-16 dan Super Tucano di landasan terbatas menjadi bukti kesiapan sumber daya manusia TNI AU dalam menjalankan operasi di berbagai kondisi medan.

“Ini bukan sekadar uji teknis, tetapi juga pembuktian kesiapan personel dan sistem pertahanan kita,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), serta jajaran pejabat Kementerian Pertahanan dan TNI AU. Kehadiran lintas kementerian tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor pertahanan dan pembangunan infrastruktur nasional.

BACA JUGA: Wamenhan Kunjungi Museum Joang 45, Tanamkan Nilai Patriotisme kepada Generasi Muda

Pemanfaatan ruas jalan tol sebagai landasan darurat bukan hanya meningkatkan fleksibilitas pertahanan udara, tetapi juga memperkuat konsep pertahanan berlapis dan terdistribusi di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan uji coba ini, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem pertahanan udara yang adaptif, responsif, dan siap menghadapi berbagai dinamika ancaman di masa depan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait