KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami pergeseran signifikan. Tidak lagi hanya berfokus pada ijazah formal, perusahaan kini lebih menitikberatkan pada kompetensi dan kemampuan nyata yang dimiliki pekerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja PT Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menekankan bahwa tenaga kerja harus mampu beradaptasi dengan dinamika industri yang terus berkembang.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang,” ujar Afriansyah Noor.
BACA JUGA: Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut, Polda Metro Jaya Tetapkan 5 Tersangka dan Kirim Berkas ke Kejati DKI
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Pemerintah telah menyediakan sejumlah fasilitas, seperti balai pelatihan vokasi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Program-program tersebut mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan industri, yang dinilai semakin krusial di tengah persaingan global.
Selain fokus pada peningkatan kompetensi, Afriansyah juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis. Ia mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk mengedepankan komunikasi yang baik dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya.
BACA JUGA: Polda Metro Jaya Gelar Perkara Khusus Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi pada 15 Desember 2025
Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis semata, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di dalamnya.
Ia menilai kesejahteraan pegawai beserta keluarganya menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan. “Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ujarnya. (KSC)








