KLIKSUMUT,COM | JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Perwakilan Umat Buddha Indonesia dari WALUBI di kantor pusat Kementerian Agama, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang akan digelar secara nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menag menegaskan bahwa perayaan Waisak bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan nilai kemanusiaan di Indonesia.
“Waisak harus menjadi energi kolektif untuk memperkuat persaudaraan dan menebarkan kedamaian,” ujar Nasaruddin.
WALUBI memaparkan bahwa rangkaian kegiatan Waisak akan berlangsung mulai 10 Mei hingga 5 Juni 2026, melibatkan berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.
Sejumlah agenda utama antara lain karya bakti di Taman Makam Pahlawan, bakti sosial kesehatan, hingga prosesi sakral seperti pengambilan Api Dharma di Mrapen dan Air Suci di Umbul Jumprit.
Puncak perayaan akan dipusatkan di kawasan Candi Borobudur dan Candi Mendut, yang akan ditutup dengan festival lampion—tradisi yang selalu menjadi daya tarik utama Waisak.
Perayaan Waisak tahun ini mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.
BACA JUGA: Qur’an Digital Kemenag Tembus 77,6 Juta Pengguna, Word Add-In Jadi Platform Favorit 2026
Menurut Menag, tema tersebut sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
“Dharma harus menjadi pijakan moral. Dari sana lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia,” jelasnya.
Menag menegaskan bahwa Candi Borobudur bukan hanya warisan budaya dunia, tetapi juga pusat ibadah umat Buddha yang memiliki makna spiritual mendalam.
Karena itu, seluruh rangkaian perayaan Waisak harus dipersiapkan secara matang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, panitia, hingga masyarakat.
“Perayaan harus berlangsung khidmat dan memberikan makna mendalam bagi umat Buddha dan masyarakat luas,” ujarnya.
Audiensi ini juga menjadi langkah awal penguatan koordinasi antara pemerintah dan WALUBI untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan aman.
Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk perwakilan panitia nasional seperti Karuna Murdaya dan Prajna Murdaya, serta Bhikkhu Sangha.
BACA JUGA: Menag Nasaruddin Umar Resmikan Majelis KOZMA di Bogor
Menag menekankan bahwa sinergi semua pihak menjadi faktor utama keberhasilan perayaan Waisak.
Pemerintah berharap Waisak 2570 BE/2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama.
Dengan semangat Dharma dan cinta kasih, Waisak diharapkan mampu menjadi simbol persatuan dan kedamaian di tengah keberagaman Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI





