Wagub Aceh Minta Percepatan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor

Wagub Aceh Minta Percepatan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor
TERIMA KUNJUNGAN DPR RI: Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima kunjungan MPR RI untuk percepatan bantuan korban banjir dan longsor di delapan kabupaten terdampak. (FOTO: Adli Safwan)

KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta Pemerintah Pusat dan pihak terkait mempercepat penyaluran bantuan dan program pemulihan bagi korban banjir dan longsor di delapan kabupaten terdampak. Pernyataan ini ia sampaikan saat menerima kunjungan pimpinan dan anggota MPR RI di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan MPR RI ini untuk menyerahkan bantuan kepada delapan kabupaten yang terdampak parah, yaitu Aceh Utara, dan Bireuen. MPR RI juga menyalurkan bantuan ke Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

BACA JUGA: Pemerintah Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

Dari pihak Pemerintah Aceh, hadir Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, serta para bupati dan wakil bupati dari delapan daerah terdampak.

Bacaan Lainnya

69 ribu jiwa masih mengungsi

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah menyebut Pemerintah Aceh telah menanganai bencana selama lebih dari dua bulan, dengan 17 ribu kepala keluarga atau sekitar 69 ribu jiwa masih mengungsi. Jumlah pengungsi terus menurun karena sebagian warga kembali ke rumah atau menempati hunian sementara.

“Kami harap dana bantuan dari Kemensos dipercepat, di antaranya jadup bagi yang tinggal di huntara, dana perabotan, dan dana pemulihan ekonomi. Harapan kami bisa secepat mungkin, kalau bisa sebelum meugang puasa,” ujar Fadhlullah.

Ia juga meminta percepatan pemulihan sektor lain, termasuk sawah dan kebun warga, serta realisasi bantuan 1.455 ekor sapi meugang yang dijanjikan Presiden.

BACA JUGA: Kemenko PMK Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra

Wagub juga berharap iuran BPJS Kesehatan bagi 500 ribu warga Aceh yang ditanggung Pemerintah Aceh melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dapat dialihkan pembiayaannya ke APBN melalui skema PBI JK, agar fokus anggaran daerah dapat digunakan untuk penanganan bencana.

“Kami harap dengan kedatangan bapak-bapak dari MPR RI segala hal yang dibutuhkan Aceh bisa lebih cepat,” tambahnya.

Pemerintah Pusat Dorong Percepatan Pemulihan

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan sejak pembentukan satgas rehabilitasi dan rekonstruksi pada 8 Januari 2026, sejumlah sektor mulai pulih, termasuk pemerintahan, layanan publik, pendidikan, akses darat, hingga aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, data pemerintah pusat mencatat masih ada 74 ribu pengungsi di Aceh.

BACA JUGA: Wagub Aceh Pastikan Warga Bireuen Dapat Hunian Tetap Pasca Bencana

Tito menekankan percepatan pemberian uang pengganti bagi warga dengan rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Ia meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data penerima dan mempercepat validasi data oleh BPS.

“Data yang valid jadi kunci, karena kita tidak ingin di kemudian hari diperiksa,” katanya.

MPR RI Perjuangkan Kebutuhan Korban Bencana

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani ,menyebut kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut pembicaraan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait penanganan bencana. Gubernur menyampaikan perlunya pembentukan badan rehabilitasi dan rekonstruksi serta keterbatasan keuangan daerah untuk menangani hunian sementara dan keberlanjutan pekerjaan warga terdampak.

BACA JUGA: Pemerintah Aceh Perkuat Rehabilitasi Pascabencana Lewat Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP

“Semua aspirasi sudah kami sampaikan kepada presiden. Apa yang terjadi di Aceh adalah bagian yang kami rasakan. Sakit Aceh adalah sakit kami,” ujar Muzani.

Muzani menambahkan pihaknya akan memperjuangkan penghapusan sementara barcode BBM, dan mengupayakan 500 ribu peserta JKA dapat menjadi tanggungan APBN. Selain itu, pihaknya juga akan mencari solusi terkait bantuan sapi meugang untuk korban banjir maupun masyarakat Aceh lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, MPR RI menyerahkan 15 ribu paket sembako berisi mi instan, teh, dan biskuit. Bantuan juga berupa minyak goreng, minyak kayu putih, popok, dan pembalut perempuan, serta paket ibadah seperti sajadah, kain sarung, baju, mukena, dan Alquran menyambut bulan puasa. (KSC)

REPORTER: Adli Safwan

Pos terkait