KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Sebanyak enam warga diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pelemparan saat proses penangkapan terduga pelaku narkoba di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kamis (28/5/2026) sore.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video bentrokan antara warga dan polisi beredar luas. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah warga melempari aparat saat petugas melakukan penggerebekan di sebuah gang sempit.
Lurah Hamdan, Muhammad Achbar Lubis, membenarkan adanya penindakan narkoba yang dilakukan personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara di wilayah Lingkungan IV Kelurahan Hamdan.
“Ada terduga pengedar narkoba di wilayah kami, di lingkungan 4. Tapi, ada penolakan warga mengakibatkan bentrok dengan kepolisian,” ujar Muhammad Achbar Lubis, Jumat (29/5/2026).
Menurut Achbar, beberapa warga diduga melakukan pelemparan batu dan memicu kericuhan saat proses penangkapan berlangsung.
Akibat insiden itu, empat warga sempat diamankan karena diduga terlibat dalam aksi pelemparan terhadap petugas. Sementara terduga pengedar narkoba yang menjadi target operasi berhasil melarikan diri.
“Empat orang termasuk yang melempari saat kejadian. Terduga pengedar narkoba lolos dari penangkapan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Andy Arisandi, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Polres Karo Gencar Perangi Narkoba, 26 Kasus Terungkap Selama Mei 2026
Dalam operasi itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa sekitar 3 gram sabu, timbangan, sekop sabu, uang tunai, dan dompet.
“Saat melakukan pengungkapan anggota mendapat perlawanan dari warga sekitar dilempari batu, kemudian terjadi perlawanan dari tersangka utama yang kami amankan, lepas,” ujar Andy Arisandi.
Pasca kericuhan, polisi kemudian melakukan tindakan terhadap sejumlah warga yang diduga menyerang aparat saat proses penangkapan berlangsung.
“Dari hasil pemeriksaan urine terhadap keenamnya, semua positif narkoba,” ungkap Andy.
Hingga kini, polisi masih memburu terduga pengedar narkoba yang berhasil kabur saat penggerebekan berlangsung.
“Kami minta yang bersangkutan menyerahkan diri menjalani tanggung jawab hukum,” tegasnya.
Polda Sumut juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perlawanan terhadap aparat saat menjalankan tugas pemberantasan narkoba.
“Makanya, setiap warga yang melawan petugas kami lakukan tindakan hukum,” lanjut Andy.
Sebelumnya, video aksi pelemparan terhadap polisi saat penggerebekan narkoba di Jalan Multatuli viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.
Dalam video tersebut terlihat sejumlah personel berpakaian preman sedang melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku narkoba di gang sempit.
BACA JUGA: Satres Narkoba Polrestabes Medan Tangkap Wanita Muda Terkait Kasus Narkoba di Phantom KTV Adam Malik
Di lokasi juga terlihat dua unit sepeda motor yang diduga milik aparat kepolisian.
Saat proses penangkapan berlangsung, warga dari jarak sekitar 50 meter tampak melempari batu dan benda keras lainnya ke arah petugas.
Bahkan, petugas sempat mengacungkan senjata api untuk membubarkan massa. Namun situasi tetap memanas hingga lemparan batu mengenai rumah warga sekitar.
“Woi, udah, udah, hancur rumah ku,” teriak seorang warga dalam video yang beredar luas tersebut. (KSC)








