Vaksinasi Tahap II, USU Siap Songsong Kuliah Tatap Muka


“Sistem hybrid ini merupakan salah satu kekuatan dalam implementasi kampus merdeka yang sedang disusun peraturan rektornya. Ini akan memudahkan para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan kampus merdeka, sehingga bisa memilih untuk mengambil kuliah daring di universitas lain misalnya,” terang Dr Mury.

Rektor USU yang juga masih menjabat sebagai Dekan FISIP USU itu menjelaskan,  pandemi Covid-19 ini memberikan banyak peluang dan manfaat bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempelajari berbagai platform digital yang mendukung perkuliahan.

“Mereka jadi dipaksa untuk belajar sehingga dapat menggunakannya. Padahal sebelum pandemi, disuruh-suruh untuk mempelajari platform digital susahnya minta ampun. Sekarang karena kebutuhan, mau tidak mau jadi harus belajar,” tandas Rektor.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Siap Satukan Operasional di Sumatera Utara



Ia juga menyatakan, pandemi ini juga membawa berkah bagi tiap orang untuk belajar memelihara kesehatannya. Saat ini orang-orang mulai terbiasa untuk mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Meskipun begitu, katanya pandemi ini juga membawa dampak psikologis bagi manusia karena jarang bertatap muka.

“Selain itu tidak bertemu nuangkan ide-idenya secara langsung kepada orang lain itu juga akan membawa gangguan emosional. Ini kelemahannya. Maka dari kelebihan dan kelemahan tersebut kita bisa ambil jalan tengahnya, tetap hybrid 50:50, serta menyiapkan dan memberdayakan ruang konsultasi psikologi untuk memberikan layanan bagi dosen dan mahasiswa,” papar Rektor USU yang berjanji akan melakukan penyesuaian untuk perkuliahan sepanjang pandemi yang diperkirakan akan berlangsung hingga 2025. (Swisma)

Pos terkait