AMERIKA SERIKAT | kliksumut.com – Perusahaan farmasi yang berbasis di AS, Johnson & Johnson, Selasa (21/9) menyatakan data terakhir dari studi “dunia nyata” dan fase 3 menunjukkan suntikan kedua untuk vaksinnya yang berdosis tunggal dapat meningkatkan efektivitas vaksin menjadi 94%, bila diberikan dalam dua bulan setelah suntikan pertama.
Perusahaan itu juga mengatakan tidak ada bukti penurunan efektivitas selama periode penelitian, termasuk ketika varian delta menjadi dominan di AS.
BACA JUGA: AS Sumbang 4,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer Kepada Indonesia
Mereka mengatakan tes yang dilakukan di luar AS menunjukkan perlindungan yang diberikan hingga 87% terhadap infeksi virus corona yang parah atau kritis. Perusahaan itu juga mengatakan booster yang diberikan enam bulan setelah dosis pertama meningkatkan antibodi sampai sembilan kali lipat, seminggu setelah booster dan terus meningkat hingga 12 kali lipat.
J&J mengatakan telah menyerahkan data ke FDA dan berencana menyerahkannya ke regulator lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi penasihat vaksin lainnya di seluruh dunia untuk menginformasikan pengambilan keputusan mereka. (voa)








