Vaksin J&J untuk Penguat Tingkatkan Perlindungan terhadap COVID-19

Vaksin J&J untuk Penguat Tingkatkan Perlindungan terhadap COVID-19
Johnson & Johnson menyatakan suntikan kedua untuk vaksinnya yang berdosis tunggal dapat meningkatkan efektivitas vaksin menjadi 94% (foto: ilustrasi).
banner 468x60

AMERIKA SERIKAT | kliksumut.com Perusahaan farmasi yang berbasis di AS, Johnson & Johnson, Selasa (21/9) menyatakan data terakhir dari studi “dunia nyata” dan fase 3 menunjukkan suntikan kedua untuk vaksinnya yang berdosis tunggal dapat meningkatkan efektivitas vaksin menjadi 94%, bila diberikan dalam dua bulan setelah suntikan pertama.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa dalam rilis berita di situsnya, perusahaan itu menyatakan uji klinis yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan suntikan booster juga memberikan perlindungan sampai 100 persen terhadap gejala COVID-19 yang parah atau kritis, setidaknya 14 hari setelah vaksinasi terakhir.

Perusahaan itu juga mengatakan tidak ada bukti penurunan efektivitas selama periode penelitian, termasuk ketika varian delta menjadi dominan di AS.

BACA JUGA: AS Sumbang 4,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer Kepada Indonesia

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mereka mengatakan tes yang dilakukan di luar AS menunjukkan perlindungan yang diberikan hingga 87% terhadap infeksi virus corona yang parah atau kritis. Perusahaan itu juga mengatakan booster yang diberikan enam bulan setelah dosis pertama meningkatkan antibodi sampai sembilan kali lipat, seminggu setelah booster dan terus meningkat hingga 12 kali lipat.

Komisi penasihat FDA Jumat lalu memilih untuk merekomendasikan kewenangan darurat bagi Pfizer untuk memberi suntikan tambahan bagi warga Amerika berusia 65 tahun ke atas, dan kepada mereka yang berisiko tinggi secara medis menderita sakit parah. FDA menolak suntikan tambahan untuk kelompok usia yang lebih luas, dengan alasan ingin mempelajari data yang lebih banyak.

J&J mengatakan telah menyerahkan data ke FDA dan berencana menyerahkannya ke regulator lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi penasihat vaksin lainnya di seluruh dunia untuk menginformasikan pengambilan keputusan mereka. (voa)
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60