ULB dan BI Pematangsiantar Tandatangani Kerja Sama Survei Harga

ULB dan BI Pematangsiantar Tandatangani Kerja Sama Survei Harga
SURVEI PEMANTAUAN HARGA: Universitas Labuhanbatu dan BI Pematangsiantar menandatangani kerja sama Survei Pemantauan Harga untuk mendukung kebijakan pengendalian inflasi. (FOTO: Arif Genta Buana)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU ~ Universitas Labuhanbatu (ULB) menjalin kerja sama strategis dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematangsiantar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Labuhanbatu untuk melaksanakan Survei Pemantauan Harga (SPH).

Perjanjian kerja sama ini bertujuan memperkuat ketersediaan data harga akurat yang mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi di wilayah Labuhanbatu, Jumat (30/1/2026).

BACA JUGA: Bhabinkamtibmas Tanjungbalai Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Penandatanganan Kerja Sama

Prof. Dr. Novilda Elizabeth Mustamu selaku Ketua LPPM Universitas Labuhanbatu dan Ahmadi Rahman selaku Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar menandatangani langsung perjanjian kerja sama ini. Dalam kerja sama tersebut, LPPM Universitas Labuhanbatu akan mengerahkan tim survei untuk memantau harga komoditas strategis di lapangan secara rutin.

Ahmadi Rahman menegaskan bahwa kerja sama tersebut akan mampu menghasilkan data survei harga yang andal.

“Sehingga dapat mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

BACA JUGA: PKK Asahan Perkuat Program Keluarga dan Ketahanan Dasawisma

Pernyataan ini menegaskan peran penting kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya

Kontribusi Perguruan Tinggi untuk Stabilitas Ekonomi

Prof. Dr. Novilda Elizabeth Mustamu menambahkan, LPPM Universitas Labuhanbatu siap melaksanakan survei pemantauan harga secara profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Khususnya dalam menyediakan data ekonomi yang akurat untuk kebijakan publik,” tambahnya.

Kerja sama ini juga memperkuat sinergi antara akademisi dan lembaga pemerintah, sehingga kebijakan pengendalian inflasi dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data. (KSC)

REPORTER: Arif Genta Buana

Pos terkait