MEDAN | kliksumut.com – Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan terus mengejar capaian vaksinasi Covid-19. Vaksinasi yang digalakkan ini dengan tujuan untuk menurukan level Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat ini, Medan masuk dalam kategori PPKM level 2.
Plt Kadis Kesehatan Kota Medan dr Mardohar Tambunan mengatakan, untuk menurunkan level PPKM, salah satu indikatornya adalah capaian vaksinasi. “Saat ini yang menjadi target kita adalah menurunkan level PPKM dari level 2 ke level 1. Capaian vaksinasi menjadi salah satu faktornya,” kata Mardohar belum lama ini.
BACA JUGA: Pemko Medan Akan Memasuki PPKM Level 1
Mardohar mengaku, sejauh ini capaian vaksinasi dosis satu semua kategori usia menjadi penilaian penting untuk menurunkan level PPKM di Kota Medan. “Capaian vaksinasi tahap satu sudah mencapai sekitar 65 persen. Sementara standar nasional itu sekitar 70 persen. Makanya, vaksinasi ini terus kita genjot,” ujarnya.
Tak hanya itu, vaksinasi terhadap warga lanjut usia (lansia) juga menjadi penilaian untuk menurunkan level PPKM. “Lansia kita yang sudah divaksin mencapai 42,61 persen. Sedangkan target dari nasional itu adalah 60 persen. Jadi, makanya terus kita kejar capaian vaksinasi bagi lansia ini,” sambung Mardohar.
Dia juga mengaku, Pemko Medan kini memiliki stok vaksin dua jenis, selain Sinovac yaitu Pfizer. “Vaksin ini sudah kita distribusikan ke semua Puskesmas di Medan. Mudah-mudahan target menurunkan level PPKM di Medan menjadi level 1 dapat tercapai secepatnya,” ucapnya.
BACA JUGA: Pengamat : Apresiasi Kinerja Pemko Medan Atasi Covid-19
Selain capaian vaksinasi, Mardohar menyebutkan, menurunkan level PPKM juga dibutuhkan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat dan pihak swasta. Peran masyarakat dan swasta yaitu selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-sehari.
Namun demikian, kondisi perkembangan Covid-19 di Medan yang terus membaik ternyata menjadi dilema. Banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap prokotol kesehatan. “Luar biasa sekarang ini, seperti tidak ada lagi Covid-19 di Medan. Ini yang perlu menjadi perhatian, sehingga tidak terjadi kembali ledakan kasus penularan virus corona,” pungkasnya. (Ika)








