Dari hobi hingga investasi bernilai jutaan rupiah, bonsai kimeng kini menjadi primadona pecinta tanaman hias di Indonesia.
KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Bonsai kimeng atau Ficus microcarpa kini semakin populer di kalangan pecinta tanaman hias di Indonesia. Tidak hanya dikenal karena keindahan akarnya yang mencengkeram kuat dan daunnya yang kecil rapat, bonsai ini juga diminati karena perawatannya yang relatif mudah dan potensi nilai jual yang tinggi.
Menurut pengamat tanaman hias dan pegiat bonsai nasional, Dedi Supriyanto, tren bonsai kimeng terus meningkat dalam lima tahun terakhir. “Kimeng adalah salah satu jenis bonsai yang cepat tumbuh dan responsif terhadap teknik pembentukan. Sangat cocok bagi pemula, tapi juga tetap menantang bagi kolektor kawakan,” ujarnya saat ditemui di pameran bonsai nasional di Jakarta Selatan.
BACA JUGA: Pohon Bonsai Serut: Pesona Miniatur yang Kian Diminati Kolektor Tanaman Hias
Bonsai Kimeng, Si Primadona yang Tahan Cuaca
Bonsai kimeng berasal dari keluarga beringin dan dikenal sangat adaptif terhadap berbagai kondisi cuaca di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun tinggi, asalkan mendapat cahaya matahari yang cukup dan penyiraman yang teratur.
Ciri khas bonsai kimeng adalah akarnya yang menggantung atau mencuat keluar, menciptakan kesan artistik dan kuat. Inilah yang membuatnya digemari para pehobi bonsai untuk dijadikan koleksi, bahkan diperlombakan dalam kontes bonsai bergengsi tingkat nasional.
Dari Hobi Menjadi Investasi Bernilai Tinggi
Selain menjadi hobi yang menenangkan, bonsai kimeng juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Harga bonsai kimeng bisa bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah tergantung usia, keunikan bentuk, dan teknik pembentukannya.
Salah satu pelaku UMKM bonsai di Yogyakarta, Rizky Budiarto, mengungkapkan bahwa bonsai kimeng merupakan komoditas unggulan dalam usahanya. “Permintaan datang dari dalam negeri hingga mancanegara. Dalam satu bulan saya bisa menjual 20–30 pot bonsai kimeng dengan harga bervariasi,” ujarnya.
Tips Merawat Bonsai Kimeng untuk Pemula
Bagi Anda yang ingin mulai merawat bonsai kimeng, berikut beberapa tips dasar yang perlu diperhatikan:
– Pencahayaan: Letakkan di tempat dengan sinar matahari cukup, minimal 4 jam per hari.
– Penyiraman: Siram secara rutin setiap pagi atau sore. Hindari genangan air agar akar tidak busuk.
– Pemangkasan: Lakukan pemangkasan rutin untuk menjaga bentuk dan merangsang pertumbuhan cabang baru.
– Pemupukan: Gunakan pupuk organik atau pupuk khusus bonsai setiap 2 minggu sekali.
– Pengawatan: Lakukan pengawatan batang dan cabang secara hati-hati untuk membentuk pola sesuai keinginan.
BACA JUGA: Pesona Bonsai Anting Putri: Keindahan Miniatur yang Memikat Pecinta Tanaman
Komunitas Bonsai Tumbuh Subur
Di berbagai kota besar hingga pelosok desa, komunitas pecinta bonsai semakin berkembang. Banyak di antara mereka yang membentuk paguyuban, menggelar pameran, hingga pelatihan untuk generasi muda. Ini menjadi bagian dari pelestarian budaya bercocok tanam yang kreatif dan bernilai ekonomi.
“Bonsai kimeng tidak sekadar tanaman, tetapi seni hidup yang membawa filosofi kesabaran dan ketekunan,” kata Slamet Hariyadi, ketua komunitas Bonsai Nusantara. (KSC/Int)








