Harga Bitcoin Anjlok, Dana Rp15,7 Triliun Kabur dari ETF Spot dalam Dua Hari!

Harga Bitcoin Anjlok, Dana Rp15,7 Triliun Kabur dari ETF Spot dalam Dua Hari!
Foto: Bitcoin. (REUTERS/Benoit Tessier/File Photo)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Harga Bitcoin kembali melemah tajam dalam 24 jam terakhir, menandai tekanan jual yang semakin besar di pasar kripto global. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, pada Jumat, 31 Mei 2025 pukul 12:35 WIB, Bitcoin (BTC) tercatat turun 2,34% menjadi US$103.711 per BTC. Dalam sepekan terakhir, harga BTC sudah terkoreksi hingga 4,3%.

Tekanan ini diperburuk oleh arus keluar besar-besaran dari Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot, yang dalam dua hari terakhir mencatat outflow hingga US$962,9 juta atau setara Rp15,7 triliun (kurs Rp16.300/US$). Fenomena ini sekaligus mengakhiri tren positif dana masuk selama 10 hari berturut-turut di pasar ETF kripto Amerika Serikat.

BACA JUGA: Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi US$110.000, Nilai Setara Rp1,8 Miliar! Apa Penyebab Lonjakan Dahsyat Ini?

Penyebab Penurunan: Ketegangan AS-China dan Likuidasi Massal

Pemicu utama penurunan harga Bitcoin kali ini berasal dari ketidakpastian geopolitik. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa perundingan perdagangan dengan China mengalami kebuntuan. Pernyataan tersebut membuat investor global waspada dan mendorong aksi jual terhadap aset-aset berisiko, termasuk mata uang kripto seperti Bitcoin.

“Ketegangan dagang ini kembali memunculkan sentimen risk-off yang membuat investor menarik dana dari pasar berisiko,” ujar analis pasar kripto dari FXStreet.

Selain faktor geopolitik, pasar kripto juga mengalami likuidasi besar-besaran pada kontrak berjangka (futures). Posisi long yang terlalu menggunakan leverage menjadi korban, menandakan banyaknya investor yang terlalu optimistis terhadap reli harga BTC.

Arus Dana di ETF: Outflow Besar, BlackRock Tetap Optimis

Menurut data dari Farside Investors, pada 29 Mei 2025 terjadi arus keluar bersih dari ETF Bitcoin Spot AS sebesar US$347 juta. Lalu pada 30 Mei 2025, angka outflow melonjak drastis menjadi US$616,1 juta. Totalnya dalam dua hari, pasar kehilangan hampir US$1 miliar dana investor.

Namun menariknya, di tengah gelombang keluar dana ini, BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) justru mencatatkan arus masuk positif sebesar US$125 juta. Ini menjadi hari ke-34 berturut-turut IBIT menerima dana segar, memperlihatkan bahwa sebagian investor masih percaya pada prospek jangka panjang Bitcoin.

BACA JUGA: Harga Bitcoin Meroket 20% pasca Trump Isyaratkan Pembentukan Cadangan Baru

Total Inflow Mei 2025 Masih Positif

Meski ada tekanan dalam beberapa hari terakhir, performa ETF Bitcoin Spot sepanjang bulan Mei 2025 tetap mengesankan. Total inflow tercatat sebesar US$5,2 miliar atau lebih dari Rp85 triliun. Angka ini menunjukkan minat investor institusional terhadap aset digital masih kuat, meskipun volatilitas jangka pendek terus terjadi. (KSC/CNBC)

Pos terkait