Tren Beli Emas Mulai Normal, Tak Lagi Seramai Dua Bulan Lalu

Harga Emas Dunia Anjlok Usai Isu Gencatan Senjata Israel-Iran, Investor Lakukan Taking Profit
Foto: Ilustrasi emas (kliksumut.com/AI/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Tren pembelian emas di Indonesia tidak lagi seramai dua bulan lalu, ketika masyarakat rela antre berjam-jam dari dini hari untuk membeli logam mulia. Para pedagang emas di Gold Center Cikini, Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa kondisi penjualan saat ini mulai kembali normal.

Isma, salah satu pedagang emas, mengatakan bahwa puncak pembelian terjadi ketika harga emas sedang naik tinggi. “Pas lagi naik, banyak yang beli. Sekarang agak turun, biasa aja pembeliannya,” ucap Isma kepada CNBC Indonesia.

Saat itu, pembelian emas dapat mencapai 10 hingga 100 gram, berbeda dengan jumlah rata-rata yang hanya sekitar 5 gram per transaksi. “Pas tren kemarin, pembelian bisa 10, 25, 100, 50 gram. Sekarang kembali normal,” tambah Isma.

BACA JUGA: Harga Emas Dunia Terkoreksi Meski Konflik Iran-Israel Memanas, The Fed Tahan Suku Bunga Jadi Pemicu

Nendia, pedagang emas lainnya, juga menyebutkan bahwa tren pembelian emas memang lebih kuat tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, meski tidak seheboh saat tren “borong emas” setelah Lebaran. “Dibandingkan dengan tren setelah Lebaran, memang lebih banyak yang beli waktu itu. Tapi daya beli emas tetap tinggi hingga saat ini,” kata Nendia.

Saat ini juga terlihat tren buyback atau penjualan kembali emas oleh masyarakat, yang memanfaatkan momentum harga tinggi untuk meraup keuntungan dari investasi emas yang disimpan sejak lama. “Saya simpan emas dari 2017. Sekarang harga sedang tinggi, jadi dijual aja,” kata seorang investor yang enggan disebutkan namanya.

Menariknya, perak juga mulai menjadi pilihan alternatif bagi investor yang mengincar logam mulia dengan harga lebih terjangkau. “Sejak awal tahun ini, permintaan perak naik signifikan hingga harus inden. Alasannya lebih murah dari emas tetapi juga naik signifikan nilainya,” jelas Nendia.

BACA JUGA: Harga Emas Dunia Anjlok Usai Isu Gencatan Senjata Israel-Iran, Investor Lakukan Taking Profit

Saat tren pembelian emas mulai kembali normal, daya beli dan animo masyarakat untuk berinvestasi di logam mulia tetap kuat. Dengan hadirnya perak sebagai alternatif, pasar logam mulia di Indonesia terus tumbuh dan menawarkan berbagai pilihan bagi investor dari berbagai kalangan. (KSC/CNBC)

Pos terkait