MEDAN | kliksumut.com – Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan lima kota di Sumut pada bulan ini tercatat 1,00% (mtm). Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar -0,30% (mtm).
“Sedangkan secara tahunan, inflasi Sumut pada September 2022 juga tercatat mengalami kenaikan menjadi 6,14% (yoy),” kata Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw-BI) Sumatera Utara, Doddy Zulverdi, Selasa (25/10/2022).
BACA JUGA: Kenaikan Harga BBM dan Beras Picu Inflasi Sumut
Menurut Doddy, sumber inflasi terutama berasal dari kelompok transportasi dengan andil inflasi sebesar 1,20% (mtm).
Dia memaparkan, pada Kelompok transportasi, komoditas bensin, angkutan dalam kota, solar, dan angkutan antar kota menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,97% (mtm), 0,19% (mtm), 0,03% (mtm), dan 0,03% (mtm).
Pada periode September 2022, sebutnya komoditas bensin, angkutan dalam kota, beras, solar, dan angkutan antar kota menjadi penyumbang inflasi terbesar Sumut.
Kondisi itu seiring dengan adanya kebijakan penyesuaian harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax yang dilakukan Pemerintah per 3 September 2022 dengan kenaikan masing-masing sebesar 30,72% (Pertalite), 32,04% (Solar), dan 16,00% (Pertamax non subsidi).
Menurut Doddy, kenaikan harga bensin dan solar selanjutnya juga tertransmisikan terhadap kenaikan biaya operasional kendaraan sehingga tarif angkutan antar kota maupun angkutan dalam kota turut meningkat signifikan.








