‎Maut di Lapangan Merdeka Binjai: Niat Rapikan Dagangan, Nyawa Lila Melayang Tertimpa Pohon Tua

‎Maut di Lapangan Merdeka Binjai: Niat Rapikan Dagangan, Nyawa Lila Melayang Tertimpa Pohon Tua
Jenazah Lila Apriyana saat berada di RSUD dr. R.M. Djoelham Binjai. (Foto: Kliksumut.com/ist)

‎KLIKSUMUT.COM | BINJAI – Tragis. Seorang pedagang lukisan anak-anak, Lila Apriyana (40), meregang nyawa usai tertimpa dahan pohon pelindung berukuran besar di kawasan Tribun Lapangan Merdeka, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Senin (14/9/2026) sore. Cabang kayu berdiameter besar yang diduga telah lapuk dan berjamur tersebut patah dan menghantam kepala korban secara mendadak.

‎Barus, seorang saksi mata di lokasi kejadian, menceritakan detik-detik peristiwa tragis tersebut kepada Kliksumut.com, Selasa (15/9/2026). Ia melihat korban, Lila, tertimpa reruntuhan cabang kayu ketika sedang beres-beres di lapak dagangannya.”Mungkin hantaman cabang kayu di kepalanya sangat keras, karena itu ia seketika pingsan dan tidak sadarkan diri di lokasi,” tutur Barus.

‎Perjuangan warga setempat untuk berjibaku menolong untuk mengevakuasi korban ke RSUD dr. R.M. Djoelham Binjai yang berjarak 450 meter dari lokasi, namun nyawanya tidak tertolong. “Iya benar, korban sudah meninggal dunia karena mengalami cedera parah di kepala bagian belakang, sampai mulut dan hidungnya mengeluarkan darah,” tegas Direktur RSUD dr. R.M. Djoelham Binjai, Doni.

BACA JUGA: Sidak SPPG Binjai: Kejari Temukan Izin Bangunan 3 Dapur Gizi Belum Lengkap
‎
‎Sorotan Pembiaran RTH
‎
Insiden ini langsung memicu gelombang kritik pedas publik terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai. Lapangan Merdeka yang menjadi pusat keramaian dan ruang terbuka hijau (RTH) vital dinilai luput dari pengawasan rutin.
‎
‎Ironisnya, DLH Kota Binjai gencar melakukan perapian dan pemangkasan pohon rawan di Jalan Ir. Juanda serta Jalan Olahraga sepanjang Juli hingga Agustus lalu.
‎
‎Namun, area utama Lapangan Merdeka justru luput dari pemeliharaan hingga menelan korban jiwa. Petugas baru turun tangan menebang sisa dahan berbahaya setelah tragedi tersebut terjadi.
‎
‎Sanggahan Polisi dan Langkah Pemko Binjai
‎
‎Pihak Polsek Binjai Kota menyatakan insiden ini murni akibat faktor cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Binjai Kota.

BACA JUGA: BNNK Binjai-USU Petakan Modus Baru Vape Getar
‎
‎Data BMKG memperlihatkan dinamika cuaca awal September memang berpotensi memicu angin kencang di rentang suhu 24°C–32°C.
‎
‎Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, jajaran Pemko Binjai, Kepala DLH Ahmad Yani bersama Dinsos, BPBD, dan Camat Binjai Kota pimpin mendampingi pemulangan jenazah ke rumah duka serta menyerahkan santunan fardu kifayah pada Senin malam.
‎
‎Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima peristiwa ini sebagai musibah, meski desakan evaluasi total atas pengelolaan RTH terus menguat di tengah masyarakat. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait