Tolak Pabrik Dioperasikan, Warga Pulo Padang Gelar Aksi Unjuk Rasa

Tolak Pabrik Dioperasikan, Warga Pulo Padang Gelar Aksi Unjuk Rasa
Posko warga Pulo Padang saat jelang lakukan aksi Kamis (27/7/2023)

LABUHANBATU | kliksumut.com Warga Kelurahan Pulo Padang Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu gelar aksi unjuk rasa tolak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Pulo Padang Sawit Permai dioperasikan Kamis (27/7/2023), pasalnya asap pembakaran pengolahan mengganggu aktivitas belajar mengaja siswa siswi sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi pabrik.

Sri Hasibuan salah satu warga Pulo Padang yang juga sebagai pengajar disekolah itu kepada kliksumut.com Kamis (27/7/2023) mengatakan pihaknya menolak keras dioperasikannya PKS itu, karena dianggap mengganggu proses belajar mengajar siswa serta dikhawatirkan dapat mengganggu sistem pernafasan warga setempat disebabkan asap pembakaran pabrik itu.

BACA JUGA: Sambut Hari Bhayangkara Ke-77, Polres Labuhanbatu Gelar Sunat Massal dan Pengobatan Gratis

“Kami tolak PKS ini dioperasikan, Karna telah mencemari udara hingga mengganggu proses belajar mengajar siswa siswi yang belajar di sekolah yang tidak jauh dari lokasi pabrik, untuk itu jika ingin tetap dioperasikan silahkan pindahkan pabrik itu kedaerah lain, karena kami akan tetap menolak PKS itu,” tegasnya.

Pantauan kliksumut.com, selain mengganggu proses belajar mengajar dan polusi udara, aksi damai yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai warga setempat ini dikarenakan telah melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Labuhanbatu Tahun 2015, warga menduga pabrik itu belum memenuhi segala izin operasi dalam pengolahan kelapa sawit.

Terpisah, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pulo Padang Sawit Permai, Baik Harahap kepada kliksumut.com menjelaskan segala bentuk izin seperti izin mendirikan bangunan dan pengoperasian pabrik telah mereka kantongi.

BACA JUGA: Kapolda Sumut Tinjau Langsung Jalinsum Labuhan Batu, Pastikan One Way dan Pengalihan arus Balik Berjalan Lancar

“Semua izinnya ada bang, hanya saja pabrik itu baru tahap uji coba dalam pengolahan berondolan kelapa sawit,” katanya.

Sementara Bupati Labuhanbatu dr. Erick Atrada Ritonga saat dimintai tanggapannya Kamis (27/7/2023) via pesan singkat aplikasi whatsapp hingga saat berita ini dikirim belum memberikan jawaban. (Sahrum Rambe)

Bacaan Lainnya

Pos terkait