Tiga Dosen UMSU Beri Pelatihan Komunikasi Krisis Pengelolaan Homestay di Pulau Samosir

Tiga Dosen UMSU Beri Pelatihan Komunikasi Krisis Pengelolaan Homestay di Pulau Samosir
Tiga dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) belum lama ini melakukan kegiatan program kemitraan masyarakat atau PKM di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

“Pengelolaan homestay di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan diharapkan dapat mengembangkan desa wisata sekaligus melestarikan warisan budaya yang dimiliki, karena homestay juga termasuk atraksi dan fasilitas yang dapat menjadi daya tarik wisata,” ujar Siti Hajar, yang juga doktor alumni Universitas Brawijaya, Jawa Timur ini.

Di tempat yang sama, dosen Ilmu Komunikasi pada Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU. Dr. Faustyna,M.M.,M.Ikom mendorong masyarakat desa Lumban Suhi suhi Toruan yang menjadi pengelola homestay untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap para wisatawan yang berkunjung di destinasi wisata Paloh Naga Denai Lama.

Caranya,kata Faustyna, dengan memahami komunikasi krisis apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini untuk dapat menggairahkan kunjungan wisatawan asing maupun wisatawan lokal ke desa ini.

“Misalnya, menyediakan aneka makanan dan minuman yang enak, tempat wisata yang dibuat senyaman mungkin, sehingga pelayanan yang diberikan ramah dan menyenangkan. Hal ini kita lakukan agar jangan sampai para wisatawan merasa tidak nyaman dan mengeluh soal makanan dan minuman atau fasilitas yang ada di homestay ini,” ujar doktor ilmu komunikasi alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini.

BACA JUGA: Milad 49 FISIP UMSU: Mereka Juga Bagian Dari Kami

Rendahnya kesadaran masyarakat tentang memaknai konsep pariwisata tentang kearifan lokal sebagai upaya mengembangkan warisan budaya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang memaknai konsep pariwisata tentang kearifan lokal sebagai upaya mengembangkan warisan budaya.

Sementara itu, Kepala Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Raja Sondang Simarmata, menyatakan berterima kasih atas kepedulian para doktor dosen FISIP UMSU ini yang telah sudi berbagi ilmu pengetahuan kepada warganya yang memiliki kemampuan terbatas dalam peneglolaan homestaf di desa ini.

Raja mengharapkan setelah pelatihan ini, warga desa yang menjadi pemilik dan pengelola homestay ini dapat mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal sehingga warisan budaya dapat dilestarikan. Dengan demikian, kata dia, Desa Lumban Suhi Suhi Toruan menjadi desa wisata kreatif penghasil kain tenun ulos yang melestarikan warisan budaya suku Batak.

Dr. Siti Hajar menambahkan, bahwa kegiatan PKM UMSU ini memang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pengelola homestay agar dapat melakukan atraksi dan memberikan fasilitas yang nyaman untuk para wisatawan ketika datang berkunjung ke desa wisata kreatif penghasil ulos di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan. (puji)

Pos terkait