Sungai Sosopan, Jalur Kayu Gelondongan yang Mengalir ke Sungai Garoga

Sungai Sosopan, Jalur Kayu Gelondongan yang Mengalir ke Sungai Garoga
LUAPAN SUNGAI: Luapan Sungai Sosopan membawa ribuan kubik kayu gelondongan saat banjir bandang dan mengalirkannya hingga ke Sungai Garoga. (FOTO: Benny Setiawan)

KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Sungai Sosopan menjadi salah satu jalur utama yang menghanyutkan ribuan kubik kayu gelondongan menuju Sungai Garoga saat banjir melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan derasnya arus sungai membawa batang-batang kayu dan menumpuk di sejumlah titik aliran sungai.

Video unggahan Kepala Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, menunjukkan luapan Sungai Sosopan yang menghancurkan permukiman warga. Arus deras sungai itu membawa ribuan kubik kayu dan memporak-porandakan desa yang berada di sekitar kawasan Ekosistem Batang Toru.

BACA JUGA: Warga Sibabangun Tegaskan PT TBS Bukan Penyebab Banjir Bandang

Hulu Sungai dari Gunung Ulu Ala

Hasil penelusuran menunjukkan Sungai Sosopan berhulu di kawasan Gunung Ulu Ala, yang masuk wilayah administratif Tapsel. Warga setempat juga mengenal sungai ini dengan sebutan Sungai Sibiobio. Sungai tersebut merupakan salah satu anak Sungai Garoga, yang sebelumnya menyebabkan kerusakan parah di Desa Garoga, Tapsel.

Dari hulu, Sungai Sosopan mengalir ke wilayah hilir dan bertemu dengan Sungai Paronggangan dari Tapsel. Aliran itu kemudian bersatu dengan Sungai Sibuntuon di Dusun I Desa Muara Sibuntuon. Selanjutnya, ketiga sungai tersebut mengalir menuju Desa Anggoli dan Desa Garoga.

Bacaan Lainnya

“Sungai Sosopan berasal dari sebelah Gunung Ulu Ala, Tapanuli Selatan,” ujar Kepala Desa Anggoli, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Kubik Kayu di Sungai Aek Garoga, Warga Bantah Bersumber dari PT TBS

Kayu Masuk Sungai Garoga

Sebagai anak Sungai Garoga, Sungai Sosopan mengalirkan ribuan kubik kayu saat bencana ekologis yang terjadi pada akhir November 2025. Aliran tersebut membawa kayu-kayu hingga masuk ke Sungai Garoga.

“Sudah pasti potongan-potongan kayu yang dibawa arus Sungai Sosopan jatuh ke Sungai Garoga. Ngak mungkin sebelum tiba di wilayah Garoga dia melompat ke Mombang Boru (alur Sungai Garoga di hilir),” ujar Kepala Desa Muara Sibuntuon, Damianus, Jumat (19/12/2025).

Damianus juga mengaku menyaksikan langsung banjir bandang yang menghantam desanya. Ia juga merekam luapan Sungai Sosopan yang membawa ribuan kubik potongan kayu ke wilayah pemukiman.

“42 rumah warga hanyut tersapu luruhan kayu, 11 orang hilang. Yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia 4 orang,” ungkapnya.

BACA JUGA: KLH Hentikan Sementara Operasional 3 Perusahaan di Hulu Batang Toru dan Garoga

Dugaan Asal Kayu dari Kawasan Hutan Lindung

Damianus menyampaikan, selain berasal dari kebun warga yang longsor di sepanjang bantaran sungai, potongan kayu yang hanyut diduga kuat berasal dari kawasan Ekosistem Batang Toru yang merupakan hutan negara di atas Dusun Simarsak Bosi.

“Dari keterangan warga, potongan kayu yang hanyut itu berasal dari hutan lindung yang ada di hulu,” imbuhnya.

Ia juga menepis dugaan yang menyebutkan kayu gelondongan tersebut berasal dari kebun bukaan PT TBS. Menurutnya, jarak Desa Sibiobio dengan lokasi kebun perusahaan itu sangat jauh.

“Sibiobio ini sangat jauh dari PT TBS,” tandasnya. (KSC)

REPORTER: Benny Setiawan

Pos terkait