KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Warga Kecamatan Sibabangun menolak tudingan yang menyebut banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng) terjadi akibat aktivitas PT Tri Bahtera Srikandi (TBS).
Mereka menilai isu yang beredar belakangan ini tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.
Warga Bantah Tuduhan yang Menyesatkan
Warga menjelaskan bahwa lahan perkebun PT TBS berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Hutagurgur dan Aek Mardugu. Kedua aliran sungai itu bermuara ke Sungai Aek Sibabangun, bukan ke Sungai Aek Garoga, yang diketahui membawa material kayu saat bencana terjadi.
BACA JUGA: Update Bencana Sumut: BPBD Sebut 1,6 Juta Warga Terdampak Banjir Longsor
“Tidak mungkin kayu dari kebun PT TBS hanyut ke Sungai Aek Garoga,” tegas Timbul Napitupulu.
Timbul Napitupulu menegaskan aliran sungai di sekitar kebun PT TBS tidak memiliki hubungan langsung dengan Aek Sibintuon, Aek Sibiobio, maupun Aek Garoga.
Ia menyebut jarak kebun PT TBS dari hulu Aek Garoga mencapai 4–5 kilometer, sehingga kecil kemungkinan terjadi pergerakan material dari area tersebut menuju titik bencana.
BACA JUGA: Update Bencana Tapteng: Korban Tewas Banjir Bandang Tapteng Bertambah Jadi 88 Orang
Pengelolaan Kebun dengan Pola Ramah Lingkungan
Timbul juga menekankan bahwa PT TBS tidak melakukan perambahan hutan, melainkan mengelola kebun rakyat. Mereka menyebut pekerja kebun menanam kembali pohon yang ditumbang untuk dijadikan kompos alami sekaligus memperkuat struktur tanah.
“Perusahaan membentuk zona konservasi selebar 50–100 meter di kiri dan kanan sepanjang aliran Aek Mardugu dan Aek Hutagurgur,” tambah Timbul.
Menurut Timbul, praktik ini menunjukkan adanya upaya pelestarian lingkungan oleh perusahaan, sehingga tuduhan perusakan daerah tangkapan air tidak memiliki dasar.
BACA JUGA: Menteri ESDM Serahkan Bantuan Sembako Korban Banjir Tapteng
Ahli Lapangan Perkuat Pernyataan Warga
Mantan surveyor PT Teluk Nauli, Hasbin Pasaribu, turut membenarkan lokasi kebun PT TBS berada di jalur kiri Jalan Teluk Nauli, Desa Hutagurgur. Pihak perusahaan hanya menanami area tersebut dengan karet dan tidak berpotensi mengirimkan material ke sungai yang menjadi sumber banjir.
“Tidak ada material kayu dari area PT TBS di DAS Aek Garoga,” ujarnya.
Hasbin menegaskan, jika terjadi longsor di area kebun, material pasti mengarah ke Aek Sibabangun, bukan ke Aek Garoga. Penegasan ini semakin memperkuat bantahan warga terhadap tudingan yang mengaitkan PT TBS dengan bencana tersebut. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








