Sempat Viral! Pengguna Jasa Roro Kualatungkal Merasa Dirugikan, Ini Penjelasan Tegas Kadishub Tanjab Barat

Sempat Viral! Pengguna Jasa Roro Kualatungkal Merasa Dirugikan, Ini Penjelasan Tegas Kadishub Tanjab Barat
Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Barat, Syamsul Juhari Harahap. (kliksumut.com/Dalil)

REPORTER: Dalil Harahap

KLIKSUMUT.COM | KUALATUNGKAL, JAMBI – Sebuah video keluhan pengguna jasa penyeberangan Roro di Pelabuhan Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, viral di media sosial, Selasa (8/7/2025). Pengguna tersebut mengaku dirugikan karena jarak tempuh kendaraan miliknya bertambah sekitar 190 kilometer saat dititipkan untuk diseberangkan ke Batam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Barat, Syamsul Juhari Harahap, angkat bicara dan memberikan klarifikasi menyeluruh atas kejadian yang terjadi pada 3 Juli 2025 tersebut.

BACA JUGA: Warga Kota Jambi Serentak Gotong Royong Massal, Peringati Hari Lingkungan Hidup dan Program 100 Hari RT

Kronologi Kejadian Menurut Dishub

Menurut Syamsul, mobil tersebut awalnya dititipkan secara tidak resmi pada 30 Juni 2025 karena kapal Roro penuh. Akibatnya, keberangkatan baru bisa dilakukan pada 2 Juli dan tiba di Pelabuhan Punggur, Batam, pada 3 Juli 2025.

“Mobil itu dititipkan secara personal, bukan melalui layanan resmi Dishub. Petugas kami tidak memiliki kewenangan menerima penitipan kendaraan. Apa yang dilakukan oknum itu merupakan tindakan pribadi dan tidak mewakili institusi,” tegas Syamsul saat ditemui di Pelabuhan Kualatungkal.

Video Viral Rugikan Citra Daerah

Syamsul menyayangkan unggahan video pengguna jasa yang menyudutkan petugas pelabuhan dan warga Kualatungkal. Ia meminta pihak yang bersangkutan untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka.

“Yang viral itu sangat merugikan citra daerah dan pegawai kami. Padahal, yang bersangkutan menitipkan mobil kepada rekannya, bukan kepada petugas resmi. Kami berharap video tersebut dihapus dan diganti dengan video klarifikasi permintaan maaf kepada warga Kualatungkal serta Dinas Perhubungan,” kata Syamsul.

Pelabuhan Sensitif, Layanan Harus Profesional

Syamsul juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang sangat vital bagi mobilitas warga.

“Setiap hari, ada 500–600 penumpang yang datang dan berangkat melalui pelabuhan ini. Jika satu orang saja kecewa dan menyebarkannya di media sosial, dampaknya bisa besar. Kami sudah bekerja maksimal dan berharap masyarakat menyampaikan keluhan secara langsung, bukan melalui media sosial,” imbuhnya.

Pengakuan Oknum: “Niat Saya Baik, Demi Keamanan”

Saat dikonfirmasi terpisah, AS oknum yang disebut dalam video mengakui bahwa ia membawa mobil tersebut ke rumahnya demi alasan keamanan.

“Memang mobil itu saya bawa ke rumah. Tujuannya agar aman karena pelabuhan tidak menyediakan layanan penitipan kendaraan. Saya juga sudah minta izin secara lisan kepada teman dari pemilik mobil,” ungkap AS.

BACA JUGA: Jaringan Tumbuh 2 Kali Lipat, Tri Dukung Acara Huru Hara Fest di Jambi

Menurut AS, niatnya adalah untuk menjaga kendaraan dari risiko kerusakan atau kehilangan. “Saya tidak ada maksud buruk. Mobil tetap diberangkatkan sesuai jadwal tanggal 2 Juli dan tiba di Batam tanggal 3 Juli,” tambahnya.

Imbauan Kadishub: Laporkan Masalah Secara Bijak

Syamsul menutup keterangannya dengan mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyampaikan keluhan.

“Silakan laporkan ke saya atau koordinator jika ada masalah. Jangan langsung viralkan di media sosial. Kita semua sudah bekerja keras, dan tindakan seperti ini membuat kami seolah-olah tidak dihargai,” ujarnya. (KSC)

Pos terkait