Sejarah Baru NATO: Seluruh Anggota Capai Target Belanja Pertahanan 2% PDB, Belanja Pertahanan Meledak Jadi US$1,6 Triliun!

Sejarah Baru NATO: Seluruh Anggota Capai Target Belanja Pertahanan 2% PDB, Belanja Pertahanan Meledak Jadi US$1,6 Triliun!

KLIKSUMUT.COM | PARIS – Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak target ditetapkan lebih dari satu dekade lalu, seluruh negara anggota NATO pada tahun ini akan mengalokasikan minimal 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk pertahanan. Kabar ini menandai tonggak penting dalam komitmen kolektif aliansi terhadap keamanan kawasan.

Data resmi NATO yang dirilis Kamis (29/8) mengonfirmasi, lonjakan belanja pertahanan dipicu oleh dua hal utama: invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan tekanan tajam dari mantan Presiden AS Donald Trump yang menuntut kontribusi lebih besar dari negara-negara sekutu.

“Pada 2025, seluruh anggota diperkirakan akan memenuhi atau melampaui target belanja pertahanan 2% PDB. Ini adalah peningkatan tajam dibanding 2014, saat hanya tiga negara yang memenuhi target,” tulis pernyataan NATO.

Tiga negara Polandia, Lithuania, dan Latvia bahkan melangkah lebih jauh dengan mengejar target ambisius sebesar 3,5% dari PDB, sesuai kesepakatan pertemuan puncak NATO di Belanda dua bulan lalu.

BACA JUGA: PBB: Hampir Separuh Misi Kemanusiaan di Gaza Dihalang-Halangi Israel, Situasi Makin Genting

Bacaan Lainnya

Polandia mencetak rekor sebagai negara dengan alokasi tertinggi untuk belanja alat utama sistem senjata (alutsista), yakni sebesar 54% dari anggaran pertahanan nasionalnya.

Diperkirakan total belanja pertahanan seluruh anggota NATO (termasuk Amerika Serikat) akan mencapai sekitar US$1,6 triliun pada 2025, naik dari US$1,45 triliun pada 2024. Lonjakan belanja juga terlihat di Eropa dan Kanada, yang tahun ini akan menggelontorkan lebih dari US$607 miliar, meningkat drastis dari US$419 miliar enam tahun lalu.

Sejak 2014, investasi pertahanan gabungan Eropa dan Kanada melonjak dari 1,43% menjadi 2,02% dari PDB pada 2024. Ini menunjukkan akselerasi luar biasa dalam memperkuat militer kawasan.

BACA JUGA: PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan: “Ini Bukan Bencana Alam, Tapi Ulah Manusia”

Dalam KTT NATO di Den Haag Juni lalu, para anggota sepakat untuk menyalurkan 5% dari PDB ke sektor pertahanan, termasuk 3,5% untuk belanja inti militer dan 1,5% untuk kesiapan dan ketahanan, seperti perlindungan infrastruktur penting hingga penguatan basis industri pertahanan.

Hanya Iceland yang tidak dihitung dalam data belanja karena tidak memiliki angkatan bersenjata konvensional. Sementara itu, Belgia menjadi satu-satunya negara yang belum memenuhi target untuk mengalokasikan setidaknya 20% dari anggaran pertahanannya pada pembelian alat utama. (KSC)

Pos terkait