PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan: “Ini Bukan Bencana Alam, Tapi Ulah Manusia”

PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan: “Ini Bukan Bencana Alam, Tapi Ulah Manusia”
Dunia dikejutkan dengan konfirmasi mengejutkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menetapkan Jalur Gaza resmi berstatus bencana kelaparan. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JENEWA – Dunia dikejutkan dengan konfirmasi mengejutkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menetapkan Jalur Gaza resmi berstatus bencana kelaparan. Lebih dari setengah juta warga Palestina kini terjebak dalam kondisi kelaparan ekstrem, menyisakan luka kemanusiaan yang bukan disebabkan oleh alam—melainkan akibat dari konflik dan blokade yang disengaja.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Jumat (pekan lalu), Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC)—inisiatif global yang didukung PBB menyatakan bahwa kondisi kelaparan telah terjadi di wilayah Gaza, termasuk Kota Gaza yang dihuni hampir satu juta jiwa.

“Krisis ini sebenarnya bisa dicegah. Makanan tersedia, tetapi terhalang oleh sistem blokade dan serangan brutal Israel,” ungkap Tom Fletcher, Kepala Bantuan Darurat PBB.

Menurut standar internasional PBB, suatu wilayah dikategorikan mengalami kelaparan apabila memenuhi tiga syarat utama:

BACA JUGA: Satu per Satu, Negara Barat Akui Palestina: Australia dan Prancis Ambil Langkah Berani, Israel Murka

Bacaan Lainnya
  1. 20% rumah tangga mengalami kekurangan pangan ekstrem,

  2. 30% balita menderita malnutrisi akut,

  3. Setidaknya 2 orang dewasa atau 4 balita meninggal per 10.000 penduduk setiap hari akibat kelaparan atau penyakit terkait.

Data IPC dari Juli hingga pertengahan Agustus menunjukkan semua kriteria ini telah terpenuhi di Gaza. Kondisi ini menempatkan 2,2 juta warga seluruh populasi wilayah tersebut dalam situasi kerawanan pangan tingkat tertinggi.

Tak hanya Kota Gaza, peringatan keras juga disampaikan PBB bahwa jika serangan dan blokade tidak dihentikan, bencana kelaparan akan meluas ke wilayah Deir Al Balah dan Khan Yunis pada akhir September.

“Menggunakan kelaparan sebagai senjata perang adalah kejahatan perang, dan ini bukan retorika ini kenyataan yang sedang berlangsung,” tegas Volker Turk, Komisaris Tinggi HAM PBB.

BACA JUGA: Dorong Reformasi PBB, Indonesia Bergabung dengan BRICS

Konflik berkepanjangan, disertai dengan pembatasan akses bantuan kemanusiaan dan distribusi pangan, menciptakan tragedi kelaparan terbesar di abad modern. Anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi korban paling rentan dalam krisis ini.

Dengan peringatan dari badan-badan PBB yang semakin keras, dunia dihadapkan pada pertanyaan moral yang mendesak: Berapa lama lagi tragedi ini akan dibiarkan terjadi. (KSC)

Pos terkait