MEDAN | kliksumut.com – Atlet Binaan KONI Medan bernama lengkap Syafrida Siregar ini terus eksis dan fokus latihan di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini dilakukan agar tetap fit dan bugar serta terhindar dari paparan virus Covid-19, sebagai persiapan menuju PON XXI/2024 Sumut-Aceh.
Cewek yang akrab disapa Rida ini merupakan salah satu atlet asal Medan yang lolos Seleksi Daerah (Selekda) Cabang Olahraga (Cabor) angkat besi dalam program Pelatihan Daerah (Pelatda) jangka panjang yang dipersiapkan untuk PON Sumut-Aceh.
BACA JUGA: 7 Atlit PBFI Sumut Ikut Pelatda Menuju PON XXI 2024
Atlet yang berdomisili di Jalan Sederhana Gang Bakung Medan ini merupakan wajah pendatang baru di cabor angkat besi. Meskipun masih muda, Rida telah menuaikan prestasi dengan raihan emas pada ajang antar sekolah se-kota Medan 2019, mendulang emas Porkot Medan 2019, perak pada even Porwil Kota Medan 2019 dan terakhir dirinya tercatat dengan peringkat kedua Kejurda angkat besi di Tebingtinggi 2021.
Darah angkat besi yang mengalir dalam tubuh pelajar SMP Negeri 17 Medan berasal dari sang ayah yang merupakan mantan lifter angkat besi kota dan juga sekaligus sebagai pelatih. Ibarat kata pepatah “buah tak jatuh jauh dari pohonnya”.
Atlet yang dilahirkan pada 18 Maret 2007 ini terus berlatih untuk mematangkan persiapan jelang kejuaraan angkat besi di tahun depan dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu). Program KONI Sumut ini tentunya merupakan peluang bagi Rida untuk menambah jam terbang dan menambah pengalaman untuk menuju PON Sumut-Aceh yang merupakan keinginan atlet untuk menjadi kontingen Sumut.
BACA JUGA: 10 Atlet Sergai Perkuat Sumut di PON dan Peparnas Papua
Anak dari pasangan Syafriadi Siregar dan Juriah Sipahutar ini, sejak bergabung menjadi atlet angkat besi putri binaan KONI Medan sangat antusias dan selalu disiplin mengikuti latihan, bahkan dia tak lengah untuk menerapkan Prokes saat latihan di masa pandemi Covid-19 saat ini yang melanda dunia.
“Bakat yang ada dalam diri merupakan titisan dari sang ayah yang merupakan mantan atlet dan juga sebagai pelatih angkat besi kota Medan. Saya sebagai penerus ayah untuk mengukir prestasi tingkat regional, nasional bahkan internasional untuk membawa nama harum kota Medan di bidang olahraga,” ujar anak kedua dari empat saudara ini di Medan, Senin (13/9/2021).
Cewek yang dilahirkan 14 tahun silam ini menjelaskan latihan dilakukan tiga kali seminggu di gedung PABSI Sumut Desa Helvetia Kabupaten Deliserdang, selain itu, latihan di gim KONI Medan serta di klub angkat besi Letsu. Latihan angkat beban memang dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran seluruh tubuh serta misi untuk mewujudkan prestasi.
“Angkat besi merupakan olahraga terukur. Target tersebut diukur dari total angkatan para atlet dalam mengikuti pertandingan. Untuk meraih prestasi harus mampu dengan total angkatan jauh di atas atlet-atlet daerah lainnya. Untuk mewujudkan prestasi tentunya memperbaiki beban angkatan selama latihan sehingga mencapai hasil yang maksimal,” tutup atlet yang berlaga di kelas 45 kg putri. (BNL)








