KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Kota (Pemko) Medan mempercepat pemulihan fasilitas umum dan rumah warga pascabanjir yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan hal itu saat bersilaturahmi dengan puluhan wartawan di Warkop Jurnalis Medan, Jl. Agus Salim, Senin (8/12/2025) siang.
Rico menegaskan, Pemko Medan saat ini memfokuskan perhatian pada perbaikan infrastruktur dan lingkungan warga yang terdampak.
BACA JUGA: Update Bencana Tapteng: 110 Tewas, 93 Masih Hilang, 18.331 Pengungsi
“Sekarang kita melakukan pemulihan, terutama infrastruktur jalan kita. Kita pentingkan, salah satunya adalah pemulihan daerah-daerah rumah warga yang terdampak banjir,” kata Rico.
Ia menjelaskan bahwa banjir meninggalkan lumpur di banyak rumah warga. Karena itu, ia menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan untuk membantu proses pembersihan.
“Tentunya banyak lumpur, sampah. Itu kita lakukan pembersihan. Kita bantu lewat Damkar, dan juga rekan-rekan kewilayahan untuk ikut membantu membersihkan daerah-daerah rumah,” jelasnya.
BACA JUGA: Lebih dari 50 Persen Kecamatan di Kota Medan Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
Lonjakan Sampah Pascabanjir
Rico mengungkapkan, sampah bertumpuk di banyak ruas jalan dan halaman rumah warga pascabanjir.
“Makanya, kita juga terlihat adanya penumpukan penumpukan sampah di beberapa jalan, ruas-ruas jalan kita. Sekarang masih dalam proses pembersihan sampah,” ujarnya.
Menurut Rico, tonase sampah meningkat drastis seiring banyaknya barang rumah tangga yang rusak.
Untuk itu, Pemko Medan meminta seluruh kecamatan berkoordinasi cepat agar proses pengangkutan berjalan lancar.
BACA JUGA: Update Bencana Aceh: 173 Orang Meninggal, 204 Hilang, 443 Ribu Warga Mengungsi
“Biasanya tonase sampah kita per hari sekitar 1.500 ton. Hari ini bisa mencapai 5.000-an ton. Bahkan pernah di satu hari, tiga hari ke belakang, itu pernah ada 6.000 ton per harinya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa banyak barang warga yang rusak terendam banjir dan kini harus dibuang.
“Karena apa? Di dalam rumah masyarakat yang terdampak ini, banyak barang yang rusak. Sehingga, akan dibuang oleh masyarakat. Itu yang akan kami bantu juga untuk melakukan pemulihan tersebut,” kata Rico.
BACA JUGA: Update Banjir Aceh Tamiang: 57 Meninggal Dunia, Ribuan Mengungsi
Layanan Kesehatan dan Dokumen Diprioritaskan
Rico juga menginstruksikan seluruh puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan di Kota Medan untuk memprioritaskan pelayanan bagi warga yang sakit akibat banjir.
“Tentu, masyarakat yang terdampak banjir pasti ada yang sakit. Kita data, beberapa sakit, yaitu: kulit, diare, pusing, syok. Ini ada juga yang mungkin pernah luka, lagi operasi, juga terendam banjir, sehingga harus dioperasi ulang,” ujarnya.
Ia juga meminta rumah sakit memberikan layanan cepat.
“Kami minta kepada seluruh rumah sakit untuk bisa menangani pasien pasien tersebut. Terutama yang terkena dampak banjir, itu harus diprioritaskan sesegera mungkin ditanggapi dengan baik,” tutur Rico.
BACA JUGA: Update Bencana Sumut: BPBD Sebut 1,6 Juta Warga Terdampak Banjir Longsor
Selain itu, Pemko Medan menyediakan layanan pemulihan dokumen kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta kecamatan.
“Lalu, dokumen-dokumen masyarakat yang terendam banjir, kami akan bantu secara seluruhnya, dari KK, KTP, Kartu Identitas Anak, dan lain sebagainya. Harus diprioritaskan untuk bisa dipulihkan. Kami akan bantu semuanya,” tambahnya.
Terkait estimasi kerugian akibat banjir, Pemko Medan dan BPBD masih melakukan pendataan.
“Estimasi kerugian masih sama dalam penghitungan. Karena memang ada rumah-rumah yang rusak, dampak-dampak kepada rumah ibadah, jalan-jalan rusak, ini harus kami data. Sampai sekarang masih dalam pendataan dengan rekan BPBD,” papar Rico. (KSC)





