Ribuan Relawan Turun Tangan, WCD Aceh 2025 Kumpulkan 5,5 Ton Sampah dari Sungai dan Ruang Publik

Ribuan Relawan Turun Tangan, WCD Aceh 2025 Kumpulkan 5,5 Ton Sampah dari Sungai dan Ruang Publik
World Cleanup Day (WCD) Aceh 2025 sukses digelar dengan hasil gemilang: sebanyak 5.366 relawan dari berbagai elemen masyarakat berhasil menghimpun 5,5 ton sampah dalam aksi bersih-bersih massal yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 26-27 September 2025.

KLIKSUMUT.COM | BANDAACEH – World Cleanup Day (WCD) Aceh 2025 sukses digelar dengan hasil gemilang: sebanyak 5.366 relawan dari berbagai elemen masyarakat berhasil menghimpun 5,5 ton sampah dalam aksi bersih-bersih massal yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 26-27 September 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin (PKA) dan bantaran Krueng Lampriek, dengan fokus utama pada pembersihan aliran sungai yang kini menghadapi kondisi memprihatinkan akibat perilaku membuang sampah sembarangan.

Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, WCD Aceh 2025 menaruh perhatian khusus pada sungai. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi Krueng Lampriek dan sungai-sungai lainnya di Aceh yang semakin tercemar.

“Sungai adalah warisan penting yang dulunya menjadi pusat kehidupan masyarakat Aceh pada masa kerajaan. Kini, justru menjadi tempat pembuangan sampah. Ini harus diubah,” ujar Muhammad Luthfi, Ketua Pelaksana WCD Aceh 2025.

Pemilihan PKA Banda Aceh sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Area ini merupakan simbol dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sekaligus ruang publik favorit warga kota.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Patko Samapta Polres Aceh Tengah Intensifkan Patroli, Bantu Pengaturan di SPBU dan Sasar Titik Rawan Kota Takengon

Namun, tingginya aktivitas masyarakat juga memicu peningkatan volume sampah di kawasan tersebut.

Aksi ini melibatkan beragam kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pelajar, mahasiswa, hingga puluhan komunitas peduli lingkungan.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan Gubernur Aceh, yaitu Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, A. Hanan, yang mengapresiasi peran relawan dan panitia.

“Sampah yang terpilah dengan baik bisa bernilai ekonomi, menjadi energi, bahkan membuka peluang usaha baru,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.

WCD Aceh 2025 bukan hanya soal bersih-bersih. Sejak Juli, berbagai rangkaian kegiatan telah digelar, seperti:, Plogging di area Car Free Day (CFD), Diskusi Aspirasi Kota bersama penggiat lingkungan, Gotong royong di seluruh SKPA pada Jumat (26/9/2025) dan Aksi puncak pembersihan sungai & taman kota Sabtu (27/9/2025)

Selain Banda Aceh, aksi WCD juga digelar serentak di 9 kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“Kami berharap tahun depan semakin banyak daerah yang ikut serta. Kesadaran ini harus menjadi gerakan kolektif,” tambah Luthfi.

Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan dalam pemilahan sampah, karena sebagian besar masih bercampur.

BACA JUGA: Jadi Tuan Rumah Kejurnas Anggar 2025: Sekda Aceh Ajak Atlet Junjung Sportivitas

A. Rommy Djufar, selaku PR WCD Aceh 2025, mengungkapkan apresiasinya terhadap semua pihak yang terlibat.

“Semangat ribuan relawan hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar wacana. Ini adalah energi perubahan menuju budaya bersih yang berkelanjutan,” tegasnya.

WCD Aceh 2025 membuktikan bahwa aksi nyata lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil: membuang sampah pada tempatnya, memilah, dan menginspirasi sesama.

“Langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah pijakan besar menuju Indonesia Bebas Sampah 2029,” pungkas Luthfi. (KSC)

Pos terkait