Remaja Masjid Sumut Minta Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Ketua MUI Labura

  • Whatsapp
Remaja Masjid Sumut Minta Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Ketua MUI Labura
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Aminurasyid, tewas dibunuh usai dibacok oleh tersangka SP (34) warga Link VI, Panjang Bidang, Kel. Gunting Saga, Kec. Kualu Selatan yang sehari-hari sebagai pengangguran.

LABUHANBATU UTARA | kliksumut.com – Ketua Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara, Irwansyah Nasution, meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labura.

“Kita berduka. Tetapi masyarakat juga harus menahan diri. Percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk secepatnya mengungkap kasus pembunuhan,” sebut Irwansyah.

Bacaan Lainnya

Ia meyakini, pihak polisi akan profesional dalam menagani kasus ini. “Hukum seberat-beratnya pelaku. Mari kita jaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di Sumatara Utara tetap terjaga kondusif.

“Mari kita jaga situasi kamtibmas di Sumut tetap terjaga kondusif. Polisi pasti menerapkan pasal hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku,” imbau sembari menambahkan pelaku pembunuhan terhadap Ketua MUI Labura itu telah ditangkap.

Diketahui, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Aminurasyid, tewas dibunuh usai dibacok oleh tersangka SP (34) warga Link VI, Panjang Bidang, Kel. Gunting Saga, Kec. Kualu Selatan yang sehari-hari sebagai pengangguran.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa sadis itu terjadi di dusun Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kabupaten Labura.

BACA JUGA: UAS Ikuti MUI, Patuh Larangan Shalat di Masjid Karena Covid-19

Sontak warga yang melihat korban terkapar bersimbah darah dan tubuh masuk ke dalam parit berteriak histeris.

”Astaghfirullah, ini pak Aminnuarsyid,” teriak warga di lokasi kejadian pembacokan.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari keluarga korban mengatakan bahwa korban motif pembunuhan didasari oleh sakit hati pelaku yang tidak terima ditegur korban. Karena pelaku diketahui mencuri sawit milik korban.

“Dugaan keluarga, almarhum dibunuh karena pelaku sakit hati karena ditegur,” jelas keluarga yang tidak mau disebut namanya.

Menurut keluarga sawit korban sering hilang dicuri, almarhum hanya seminggu sekali melihat kebunnya karena jarak dari rumah korban relatif jauh sekitar 15 kilometer dan kesibukan korban sebagai ketua MUI Labuhanbatu Utara. (fik)

 

Pos terkait