Pertina Sumut Target 2 Emas Di PON Papua


Sementara itu, pelatih PON tinju Sumut Irianto Bakti didampingi Luston Tampubolon mengatakan kondisi Ramadan ini tidak menjadi alasan bagi atlet tinju untuk menghentikan proses latihan agar performa para atletnya terus mengalami peningkatan. Selama Ramadan pola latihan menjaga kebatihan tubuh dan latihan teknik kecepatan memukul, bertahan dan mencari kelemahan lawan.

Pria yang berdomisili di Jalan Bambu II Medan ini menerangkan dengan rinci ke enam petinju yang mengikuti Pelatda Frans Rosevelt (kelas 46 kg putra), Abu Sopyan (kelas 56 kg putra), Panji Ramadhan (kelas 60 kg putra), Saroha Tobing (kelas 69 kg putra), Daniel Pasaribu (kelas 81 kg putra) dan Suzen Ramsi Simangunsong (kelas 51 kg putri). para petinju mengikuti program latihan setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Koalisi Ormas Desak Pemerintah Aceh Dan Aceh Utara duduk Bahas Kelanjutan Blok B



Mengenai persaingan cabor tinju di PON nanti, Irianto mengaku hampir semua petinju merata, namun Papua sebagai tuan rumah, Kaltim dan NTT harus diwaspadai. Sedang persiapan yang lainnya berjalan dengan baik. “Kendala kita memang hanya sparing partner saja. Kalau persiapan lainnya, tidak ada masalah, termasuk masalah fasilitas latihan,” tutup Irianto yang telah dipercaya menjadi pelatih tinju selama 4 kali PON.

Sekedar diketahui prestasi tinju Sumut pada PON XVII/2008 Kaltim dengan raihan 2 emas dan 2 perunggu, PON XVIII/2012 Riau mendulang 1 emas dan 1 perak, PON XIX/2016 Jabar menyabet 2 perunggu. (BNL)

Pos terkait