Perludem Serukan Parpol Lahirkan Banyak Calon Alternatif

Perludem Serukan Parpol Lahirkan Banyak Calon Alternatif
Seorang perempuan bersepeda melewati bendera partai politik jelang Pemilu 2019 di Banda Aceh, 23 Maret 2019. (Foto: AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN)

Polemik wacana perpajangan masa jabatan presiden yang mengisyaratkan Joko Widodo menjadi wapres dalam pemilu mendatang, dikecam Perludem, yang menyebut hal ini sebagai gangguan dalam proses konsolidasi demokrasi.

JAKARTA | kliksumut.com Setelah polemik wacana perpanjangan masa jabatan presiden berakhir, kini publik kembali gaduh dengan wacana Presiden Joko Widodo menjadi calon wakil presiden 2024. Isu ini bermula dari partai yang menaungi Jokowi yaitu PDI-Perjuangan, yang kemudian disambut oleh Partai Gerindra. “Kalau Pak Jokowi mau jadi wapres, ya sangat bisa,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-Perjuangan Bambang Wuryanto kepada wartawan Selasa (13/9/2022).

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Minggu (18/9/2022) menilai wacana tersebut sangat mengganggu konsolidasi demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia. Dia menyayangkan hiruk pikuknya ruang publik dengan hal-hal yang tidak konstruktif, bukan dengan orientasi politik gagasan atau program.

BACA JUGA: Ini 24 Parpol Calon Peserta Pemilu 2024 Yang Lolos Verifikasi

“Setelah misalnya penundaan pemilu lalu presiden tiga periode dan sekarang bisa mantan presiden yang sudah dua periode dicalonkan sebagai wakil presiden, bukan hanya bentuk kemunduran demokrasi tapi juga sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat,” ujar Titi.

Menurut Titi, wacana tersebut seolah-olah merendahkan partai politik sebagai institusi yang tidak mampu melakukan kaderisasi politik dengan baik. Dalam sistem multipartai dan pemilih yang sangat besar seakan-akan Indonesia hanya memiliki figur-figur pemimpin yang sangat terbatas.

Pos terkait