Pengawas PTPN II Menghalangi Wartawan Meliput Kayu Illegal, Diduga Ada Keterlibatan Pengawas dan Oknum TNI

  • Whatsapp
Pengawas PTPN II Menghalangi Wartawan Meliputi Kayu Illegal, Diduga Ada Keterlibatan Pengawas dan Oknum TNI
Pengawas PTPN II dan Oknum TNI berhadapan dengan beberapa awak media di lokasi pencurian kayu illegal

LABUHAN DELI | kliksumut.com Sejumlah wartawan dari beberapa media lokal yang ada di Sumatera Utara dihalangi oleh pengawas dan oknum TNI, untuk melakukan peliputan kayu illegal di lokasi lahan Eks PTPN II kebun Helvetia Jalan Kapten Sumarsono atau Jalan Pertempuran, Dusun I Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (24/7/2021) yang sedang bermasalah dengan warga, Diduga adanya keterlibatan pengawas dan oknum TNI untuk melancarkan kayu illegal di jual oleh penampung.

Kecurigaan para awak media ini, sebelumnya adanya warga sekitar menginformasikan bahwa dilokasi lahan yang masih bermasalah dengan warga dan pensiunan ini, sering terdengar dan terlihat adanya aktifitas beberapa oknum tersebut memotong kayu dengan alat mesin pemotong senso dan selalu membawa kayu-kayu tersebut untuk di kumpulkan di posko yang selama ini mereka melakukan aktifitas penjagaan dan dibawa dengan mobil truk untuk di jual.

Atas informasi tersebut, para awak media mencoba mengecek lokasi yang sering mereka lakukan aktifitasnya mencuri kayu illegal dan terlihat ada beberapa jenis kayu yang kemungkinan sangat langkah seperti kayu mahoni, kayu jati dan jenis-jenis lainnya.

BACA JUGA: PTPN II Tolak Tempuh Jalur Hukum, LBH Medan: Buktikan Lahan Tersebut HGU Aktif

“Kami lihat, kemungkinan ada kayu langkah yang mereka curi dan juga terlihat dilokasi ada potongan-potongan yang sudah mereka lakukan untuk di jual. Bukan hanya itu aja, sebelum kita selesai meliput datang salah seorang oknum pengawas bersama cukong yang mencoba membeli kayu ini. Karena tepergok dengan kita, oknum ini melarang kita untuk berada dilokasi tersebut karena tanpa izin,” jelas salah seorang wartawan dari salah satu media online, Pane.

Dijelaskannya lagi, bahwa saat kepergok dan melarang para wartawan dilokasi pencurian kayu illegal ini, pengawas bernama AR bersama diduga cukong yang ingin membeli kayu ini memanggil oknum TNI yang di BKO (Bantuan Kendali Operasi) di lahan ini untuk hadir kelokasi, dengan menggunakan celana loreng dan kaos yang menggambarkan bahwa dirinya dari TNI.

Bacaan Lainnya
Pengawas PTPN II Menghalangi Wartawan Meliputi Kayu Illegal, Diduga Ada Keterlibatan Pengawas dan Oknum TNI
Salah seorang wartawan melihat aktifitas pencurian kayu di lokasi lahan eks PTPN II Desa Helvetia

“Sudah kami jelaskan bahwa kami kesini untuk meliput, karena adanya aktifitas kegiatan pencurian kayu illegal, malah mereka melarang kita dan meminta pergi. dan cekcok masalah izin masuk terus dilontarkan pengawas yang berinisial AR bahkan oknum TNI yang hadir. Bukan mereka menjelaskan bahwa kayunya untuk apa atau mau digunakan apa, malah mengajak kita adu mulut masalah izin masuk.. jelas kami jawab kami punya hak untuk masuk kalau ada permasalahan dilokasi ini. Jadi kami pastikan bahwa pengawas dan oknum TNI ini yang terlibat dan ikut mencuri kayu ini,” jelas Pane lagi.

BACA JUGA: PTPN II Melalui TNI Teror Pensiunan Dengan Merusak Pagar Rumah dan Lahan, Nyaris Bentrok dengan FUI

Sebelumnya kayu yang dipotong atau dibongkar ini dilakukan oleh PTPN II untuk membangun proyek Kota Deli Megapolitan yang kini dalam permasalahan lahannya dengan beberapa warga dan pensiunan yang mengatakan oleh pihak PTPN II bahwa lahan ini adalah lahan hak guna usaha (HGU) sedangkan para pensiunan bahwa lahan ini adalah lahan eks hak guna usaha (HGU) namun didapat dalam peta dari websitenya ATR/BPN di https://bhumi.atrbpn.go.id bahwa lahan ini adalah lahan kosong.

Maka hingga saat ini permasalahan pembangun proyek Kota Deli Megapolitan di Helvetia masih dalam permasalahan, seperti permohonan izin Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) yang diajukan oleh PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial secara tegas melalui surat dari warga Helvetia menolak adanya penerbitan Amdal yang akan dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. Deli Serdang maupun Provinsi Sumatera Utara.

“Sehingga atas permasalahan tersebut, kayu yang ditebang dan dipotong oleh PTPN II adalah milik negara atau rakyat, makanya polisi harus bertindak dan melindungi aset-aset negara yang saat ini mencoba dikuasai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, kalau polisi tidak bertindak mau dibawah kemana negara ini,” jelas Pane dengan tegas. (red)

Pos terkait