Pemprov Sumut Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026, Fokus Pemulihan Bencana

Pemprov Sumut Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026, Fokus Pemulihan Bencana
DOA LINTAS AGAMA: Wakil Gubernur Sumut, Surya, bersama tokoh agama mengikuti doa lintas agama di Medan sebagai bentuk harapan pemulihan bencana dan menyambut Tahun Baru 2026. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelar doa lintas agama menjelang memasuki tahun 2026. Kegiatan ini untuk mendoakan pemulihan daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan doa lintas agama tersebut berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jl. Sudirman, No. 41, Medan, Rabu (31/12/2026) malam.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Surya, menghadiri langsung acara tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan jajaran pemerintah daerah.

BACA JUGA: Pemerintah Aceh Peringati 21 Tahun Tsunami dan Doa Bersama Korban Banjir-Longsor Aceh

Sumut Masuki Masa Transisi Bencana

Dalam kesempatan itu, Wagub Sumut, Surya, menyampaikan bahwa Sumut akan memasuki masa transisi bencana setelah berakhirnya Status Darurat Bencana pada 31 Desember 2025. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus melakukan berbagai langkah penanganan bencana agar proses pemulihan berjalan optimal.

Bacaan Lainnya

“Penanganan bencana terus kita lakukan, tanggap darurat ini berakhir pada 31 Desember 2025, dan kita memasuki masa transisi, kita doakan masa transisi bisa berjalan dengan lancar dan cepat,” ujarnya.

Ia berharap masa transisi tersebut dapat berlangsung dengan baik sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

BACA JUGA: Wakil Mensos Pimpin Doa Bersama di Borobudur, Warga Magelang Panjatkan Doa untuk Korban Bencana Aceh hingga Sumbar

Peran Strategis Tokoh Agama

Surya juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam situasi pascabencana. Menurutnya, tokoh agama tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai penguat moral dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Peran tokoh agama strategis, bukan hanya pemimpin umat, tetapi juga menjadi penyejuk, penguat harapan dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” harap Surya.

Ia menilai kehadiran tokoh agama mampu memberikan ketenangan batin serta menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Polres Sibolga Gelar Doa Bersama dan Salurkan Bantuan Korban Bencana

Imbauan Rayakan Tahun Baru Secara Sederhana

Dalam kesempatan tersebut, Surya juga mengimbau masyarakat yang merayakan Tahun Baru 2026 agar melakukannya secara sederhana. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menunjukkan empati kepada para korban banjir dan longsor di Sumatera Utara.

“Kami harapkan merayakan tahun baru dengan sederhana, tidak berlebihan dan tidak hura-hura, seperti yang kita laksanakan hari ini dengan doa lintas agama,” sebutnya.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri kegiatan ini, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Sulaiman Harahap, dan sejumlah anggota DPRD Sumut.

Turut hadir Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta pemimpin ormas keagamaan di Sumut. (KSC)

Pos terkait