KLIKSUMUT.COM | KARO ~ Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting Sp.OG., M.Kes., meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Karo untuk meningkatkan koordinasi serta memantau langsung pendistribusian BBM di seluruh wilayah Karo.
Dalam sepekan terakhir, pendistribusian BBM di wilayah ini mengalami keterlambatan, sehingga masyarakat terpaksa antre panjang dalam mendapatkan BBM.
Mengantisipasi agar kondisi tidak berlanjut, Pemkab Karo segera berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
BACA JUGA: Polsek Panai Tengah Kawal Pendistribusian BBM di SPBU, Antisipasi Kericuhan dan Penyelewengan
Koordinasi dengan Pertamina Minta Penambahan Stok BBM
Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Karo, Sarjana Purba, S.TP., MM., menyatakan, dari hasil koordinasi, Pertamina menyampaikan bahwa saat ini distribusi BBM masih mengalami kendala akibat beberapa unit mobil tangki rusak karena bencana alam.
“Selain itu, Pertamina bilang, stok BBM sebagian fokus pada kebutuhan distribusi tambahan ke wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara,” papar Sarjana Purba.
BACA JUGA: Antrean Mengular, Polres Sergai Amankan Pengendara Rebutan BBM di SPBU
Sarjana Purba menambahkan, atas instruksi Bupati Karo, Koperindag telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak SPBU.
“Mulai hari ini, pengiriman BBM di beberapa SPBU tertentu ditingkatkan menjadi 24 ton untuk setiap jenis BBM, dari yang sebelumnya hanya 8 ton per jenis,” jelasnya.
BACA JUGA: Polsek Bilah Hulu Pastikan Keamanan Distribusi BBM di SPBU
Pengawasan Lapangan dan Monitoring Berkala
Untuk menjaga kelancaran distribusi BBM, Pemkab Karo menugaskan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan pemerintah kecamatan untuk bekerja sama dengan TNI/Polri. Mereka bertugas melakukan pengawasan di lapangan dan mengurai kemacetan di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Karo.
Pemkab Karo menegaskan akan terus melakukan monitoring secara berkala terhadap proses pengiriman dan ketersediaan BBM hingga distribusi kembali normal. (KSC)
REPORTER: Herman Harahap








