JAKARTA | kliksumut.com – Pemerintah melalui Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan besar kemungkinan kebijakan pembatasan sosial terkait COVID-19 yang diberlakukan sejak 3 Juli lalu akan diperpanjang.
“Memang ini tidak mudah, ada beberapa opsi….besar kemungkinan kami akan memperpanjang (PPKM.red) karena saya kira tidak mungkin kita dapat menurunkan atau mengendalikan perebakan kasus akibat varian Delta dalam dua minggu. Tetapi kita lihat dulu apa yang terjadi,” ujarnya menjawab pertanyaan VOA yang dikutip kliksumut.com dalam konferensi pers Jumat sore (16/7/2021).
BACA JUGA: Bobby : PPKM Darurat Harus Menerapkan 50 % WFH
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali pada 3 – 20 Juli 2021 dengan sejumlah pedoman yang lebih ketat terkait mobilitas masyarakat guna menekan laju perebakan virus corona. Namun setelah dua minggu kebijakan ini tampaknya belum berhasil mencapai sasaran itu karena jumlah kasus baru dan orang yang meninggal setiap hari terus bertambah.
Sebanyak 1.205 Orang Meninggal, Tertinggi Sejak Maret 2020
Pada hari Jumat (16/7) jumlah orang yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia, bahkan mencapai 1.205 orang atau yang tertinggi sejak pandemi ini merebak Maret 2020. Sementara jumlah kasus harian baru mencapai 54.000 kasus, atau yang tertinggi ketiga dalam tiga hari terakhir.
Kedua data ini menjadikan Indonesia kini memiliki kasus COVID-19 tertinggi di dunia, jauh melampaui Rusia, Meksiko dan bahkan India yang sebelumnya memiliki kasus tertinggi. Namun melihat kecepatan perebakan varian Delta, yang menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tujuh kali lebih cepat dibanding varian sebelumnya, maka tidak saja Indonesia yang kini dihadapkan dengan kasus harian baru dan kasus meninggal tertinggi, tetapi juga beberapa negara lain di Asia Tenggara, antara lain: Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Kamboja.








