KLIKSUMUT.COM | SEOUL – Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengelolaan keuangan negara melalui strategi prioritisasi, refocusing, dan efisiensi belanja kementerian dan lembaga. Kebijakan ini menjadi langkah penting untuk memastikan anggaran negara digunakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pengalihan anggaran dilakukan dari pos belanja yang dinilai kurang prioritas menuju sektor yang lebih produktif.
“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja seperti perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, hingga kegiatan seremonial. Ini diarahkan ke belanja yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatra,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Seoul, Republik Korea.
Dalam upaya optimalisasi tersebut, pemerintah memperkirakan potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga berada pada kisaran Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya ruang efisiensi yang dapat dimanfaatkan untuk program strategis nasional.
BACA JUGA: Kinerja Industri Manufaktur Maret 2026 Tetap Ekspansi
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi belanja agar penyerapan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.
Salah satu program prioritas yang turut dioptimalkan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan makanan sehat.
Airlangga menjelaskan bahwa program ini akan menyediakan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, dengan tetap memperhatikan kondisi khusus.
“Program ini tetap memberikan pengecualian untuk asrama, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” jelasnya.
Kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan hingga Rp20 triliun. Dana tersebut dapat dialihkan untuk mendukung program prioritas yang lebih berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Indonesia–Jepang Resmi Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Targetkan Lonjakan Wisatawan dan Investasi
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui transformasi struktural.
“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” pungkas Airlangga.
Dengan kebijakan refocusing dan efisiensi anggaran ini, pemerintah berharap mampu menciptakan pengelolaan keuangan negara yang lebih adaptif, transparan, dan berorientasi hasil. Di tengah dinamika ekonomi global, langkah ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (KSC)
TIM REDAKSI







