Pemerintah Gagal Cegah Masuknya Varian Baru, Sehingga Kasus Covid-19 Melonjak

Pemerintah Gagal Cegah Masuknya Varian Baru, Sehingga Kasus Covid-19 Melonjak
Tim Satgas kesehatan dan TNI dan Polri melakukan pemakaman Jenazah Covid-19

JAKARTA | kliksumut.com Pemerintah dalam mencegah masuk varian baru, pada saat libur lebaran Idul Fitri, kasus Covid-19 di Indonesia melonjak tinggi terutama di semua provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa menurut ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Masdalina Pane, lonjakan tinggi kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mencegah masuknya varian baru virus COVID-19 dari luar negeri.

Masdalina menekankan varian-varian baru virus COVID-19 ini sebenarnya bisa dicegah tangkal di bandar-bandar udara atau pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Indonesia melalui karantina.

Baca juga: 500.000 Lebih Kematian di Brazil Akibat Covid-19

“Karantinanya berapa hari? 14 hari. Sampai hari ini WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) belum mengubah aturannya bahwa karantina itu harus dilakukan 14 hari. Bahkan jika kita tidak mampu melakukannya, tutup pintu masuk negara dari mereka,” kata Masdalina.

Masdalina mencontohkan Singapura, Amerika Serikat dan Inggris melarang warga dari India datang ke negara mereka. Bahkan Amerika menutup pintu masuk negaranya dari enam negara di Asia Selatan.

Ketika warga dari negara berisiko tinggi menularkan COVID-19 sudah terlanjur masuk, lanjut Masdalina, maka pemerintah harus menutup pintu kedua, yakni karantina mandiri dengan pengawasan ketat selama 14 hari.

Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia telah memperingatkan pemerintah tentang kenaikan ini setelah melakukan pelacakan kenaikan COVID-19 di seluruh Indonesia melalu pelacakan di 59 kota yang menyumbangkan 70 persen dari total kasus COVID-19 di Indonesia. Program pelacakan ini berlangsung dari November 2020 hingga akhir Maret 2021. Ironisnya Kementerian Kesehatan tidak melanjutkan program pelacakan itu sehingga perebakan makin tidak terdeteksi.

Baca juga: Istana Presiden Work From Home Akibat Covid-19 Mengganas dan Tinggi

Dari enam varian baru COVID-19 yang dirilis Badan Kesehatan Dunia WHO, empat varian sudah masuk ke Indonesia, termasuk diantaranya varian Afrika Selatan (B135.1) sangat ganas dan varian Delta dari India (B1617.2) yang sangat menular.

Pandemi COVID-19 di Indonesia Gawat?

Ketua Subbidang Mitigasi Perubahan Perilaku Satuan Tugas COVID-19 Brigjen Purnawirawan Irwan Amrun mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sekarang sudah gawat. Lonjakan kasus COVID-19 di Jawa hampir merata.

Bacaan Lainnya

Pos terkait