JAKARTA | kliksumut.com – Pemerintah dalam mencegah masuk varian baru, pada saat libur lebaran Idul Fitri, kasus Covid-19 di Indonesia melonjak tinggi terutama di semua provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa menurut ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Masdalina Pane, lonjakan tinggi kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mencegah masuknya varian baru virus COVID-19 dari luar negeri.
Baca juga: 500.000 Lebih Kematian di Brazil Akibat Covid-19
“Karantinanya berapa hari? 14 hari. Sampai hari ini WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) belum mengubah aturannya bahwa karantina itu harus dilakukan 14 hari. Bahkan jika kita tidak mampu melakukannya, tutup pintu masuk negara dari mereka,” kata Masdalina.
Masdalina mencontohkan Singapura, Amerika Serikat dan Inggris melarang warga dari India datang ke negara mereka. Bahkan Amerika menutup pintu masuk negaranya dari enam negara di Asia Selatan.
Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia telah memperingatkan pemerintah tentang kenaikan ini setelah melakukan pelacakan kenaikan COVID-19 di seluruh Indonesia melalu pelacakan di 59 kota yang menyumbangkan 70 persen dari total kasus COVID-19 di Indonesia. Program pelacakan ini berlangsung dari November 2020 hingga akhir Maret 2021. Ironisnya Kementerian Kesehatan tidak melanjutkan program pelacakan itu sehingga perebakan makin tidak terdeteksi.
Baca juga: Istana Presiden Work From Home Akibat Covid-19 Mengganas dan Tinggi
Dari enam varian baru COVID-19 yang dirilis Badan Kesehatan Dunia WHO, empat varian sudah masuk ke Indonesia, termasuk diantaranya varian Afrika Selatan (B135.1) sangat ganas dan varian Delta dari India (B1617.2) yang sangat menular.
Pandemi COVID-19 di Indonesia Gawat?
Ketua Subbidang Mitigasi Perubahan Perilaku Satuan Tugas COVID-19 Brigjen Purnawirawan Irwan Amrun mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sekarang sudah gawat. Lonjakan kasus COVID-19 di Jawa hampir merata.








