Pembejajaran Tatap Muka, KPAI dan IDAI Dorong Vaksinasi Murid

Pembejajaran Tatap Muka, KPAI dan IDAI Dorong Vaksinasi Murid
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi siswa SMA di Surabaya. (Foto: Courtesy/Humas Pemkot Surabaya)

Karena itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan mendorong pemerintah agar melakukan vaksinasi terhadap semua warga sekolah sebelum pembelajaran tatap muka. Warga sekolah yang dimaksud yaitu peserta didik, guru, pekerja, dan keluarga.

“Kalau kita lihat dari akhir Juni hingga akhir Agustus, anak Indonesia yang meninggal itu lebih dari 100 anak per Minggu,” jelas Aman Pulungan dalam konferensi pers daring, Minggu (26/9/2021).

BACA JUGA: Persiapan Kuliah Tatap Muka, Gubernur Sumut Tinjau Vaksinasi di Kampus USU

Menurut laporan IDAI, penyebab kematian anak akibat corona sebagian besar karena gagal napas, syok sepsis (kondisi kegawatdaruratan karena peradangan di seluruh tubuh), dan penyakit bawaan (komorbid). Sementara komorbid yang paling banyak yaitu malnutrisi, penyakit jantung, TBC, dan penyakit ginjal kronik.

Jubir Kemenkes Tak Setuju Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Menanggapi ini, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak sepatutnya ditunda untuk menghindari kehilangan pembelajaran. Selain itu, kata Siti, vaksinasi tidak menjamin penularan COVID-19 tidak terjadi.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan sebanyak 2,8 persen atau 1.296 satuan pendidikan melaporkan warga sekolah yang terkonfirmasiCOVID-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Jumlah itu berdasarkan hasil survey terhadap 46.500 sekolah hingga 20 September 2021.

Namun, pernyataan tersebut diralat bahwa data yang beredar ke publik bukan menunjukkan klaster COVID-19 di sekolah, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular COVID-19 dan akumulasi selama 14 bulan (sejak Juli 2020). (voa)

Pos terkait