Pegawai Dinas Perhubungan Medan Terapkan Prokes Secara Ketat di Lingkungan Keluarga

Pegawai Dinas Perhubungan Medan Terapkan Prokes Secara Ketat di Lingkungan Keluarga
Bastian Sigalingging, pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan

MEDAN | kliksumut.com Pandemi Covid-19 telah terjadi di Indonesia, tanpa memandang status ekonomi dan status sosial, bisa menjangkiti siapa pun. Hal ini membuat salah satu pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat dalam lingkungan keluarga untuk mencegah terjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

“Penularan Covid-19 sangat mudah terjadi bagi siapa saja. Hanya melalui percikan cairan yang tidak terlihat dari mulut atau hidung, virus corona penyebab Covid-19 bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Bisa dari teman ke kawan, bisa dari orang tua ke anak, atau dari sanak ke saudara. Khusus dalam keluarga harus dicegah dengan penerapan Prokes sehingga terhindar dari paparan virus yang membahayakan dalam diri dan bisa membawa kematian,” ujar Bastian Sigalingging di Medan, Senin (26/7/2021).

Penularan Covid-19 di dalam klaster keluarga terjadi karena ada anggota keluarga yang terpapar virus corona di luar rumah, kemudian berinteraksi dengan keluarga yang lain tanpa menyadari membawa dan menularkan virus. Hal ini membuat pria yang dilahirkan 51 tahun ini menegaskan kepada anggota keluarga untuk tetap diam di rumah selama pandemi masih melanda Indonesia. Keluar rumah diizinkan jika ada keperluan mendesak dengan tetap memakai masker. Dirinya juga melarang anak-anak untuk tidak berkumpul dengan teman-teman hanya untuk bersenda gurau. Tidak mengherankan pria yang memiliki tinggi 170 cm saat bertugas di lapangan terus melakukan komunikasi melalui ponsel dengan anaknya untuk mengetahui keberadaan sang buah hati. Penularan Covid-19 di dalam keluarga harus tetap diwaspadai.

BACA JUGA: Saat Isoman, 2.300 Lebih Pasien COVID-19 Meninggal

Cara pertama dan paling utama untuk mencegah penularan Covid-19, alumni SMA Negeri Medan tahun 1989 ini tanpa bosan tetap menginstruksikan kepada anggota keluarga tetap menggunakan masker jika keluar rumah. Masker yang digunakan pun harus sesuai dengan standar kesehatan dan diganti setiap empat jam atau sebelumnya ketika sudah lembab atau basah. Masker yang sudah digunakan harus segera didisinfeksi, dirusak, dan dibuang ke tempat sampah tertutup.

Selain menggunakan masker, alumni Universitas Medan tahun 1996 ini juga menginstruksikan kepada anggota keluarganya untuk menjaga jarak dari orang lain saat melakukan aktivitas di luar rumah dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer saat di tempat umum maupun saat pulang ke rumah.

“Jangan sampai kita abai saat di rumah. Justru lingkungan keluarga sangat rentan terjadi penyebaran covid-19 jika ada satu saja yang terpapar virus,” tegasnya.

Untuk itulah, kata pria berkumis ini, mau tidak mau atau suka tidak suka protokol kesehatan seharusnya diterapkan saat di rumah dan seyogianya menjadi kebiasaan baru. Sebagai orangtua terus mengingatkan penetapan protokol kesehatan di rumah menjadi edukasi ke anak-anak agar mereka selalu disiplin menyikapi pandemi ini.

“Bila penerapan protokol kesehatan dapat dijalankan dalam lingkup terkecil atau dimulai dari keluarga. Maka secara tidak langsung akan berimplikasi pada lingkungan yang lainnya. Seperti lingkungan tetangga ataupun lingkungan masyarakat masing-masing,” papar pria yang doyan burger ini.

Untuk menghindari risiko tertular Covid-19, bapak tiga anak ini tetap menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga lari pagi minimal 30 menit setiap pagi sebelum berangkat kerja, istirahat cukup saat pulang bertugas, mandi dua kali sehari dan setelah bepergian, dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah.

Pos terkait