KLIKSUMUT.COM – Padi Reborn kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis album terbaru bertajuk 28 pada tahun 2026. Album ini menjadi penanda perjalanan panjang band pop rock legendaris asal Surabaya tersebut yang telah berkarya selama 28 tahun di blantika musik Tanah Air.
Album 28 hadir setelah kesuksesan dua singel terbaru mereka, “Ego” yang dirilis pada November 2025 dan “Haru Biru” pada Januari 2026. Kedua lagu tersebut menjadi pembuka menuju era baru musikalitas Padi Reborn yang tetap mempertahankan karakter khas mereka namun tampil lebih matang dan emosional.
Peluncuran album 28 dilakukan usai konser tunggal bertajuk “Konser Dua Delapan Padi Reborn” yang digelar pada 31 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan. Album ini tersedia dalam format fisik maupun digital dan langsung mendapat perhatian besar dari para penggemar musik Indonesia.
Padi Reborn sebelumnya dikenal dengan nama Padi. Grup musik ini digawangi oleh Andi Fadly Arifuddin (vokal), Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (gitar), Ari Tri Sosianto (gitar), Rindra Risyanto Noor (bass), dan Surendro Prasetyo atau Yoyo (drum).
Band ini pertama kali dibentuk pada 8 April 1997 setelah sebelumnya Fadly dan Piyu membentuk grup bernama Soda saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Airlangga. Nama “Padi” dipilih karena memiliki filosofi membumi dan melambangkan kesejahteraan.
Karier mereka mulai melejit setelah merilis singel “Sobat” dalam album kompilasi Indie Ten sebelum akhirnya meluncurkan album debut Lain Dunia pada 1999. Album tersebut sukses besar dengan penjualan mencapai satu juta kopi dan meraih status multi platinum.
Kesuksesan berlanjut lewat album Sesuatu Yang Tertunda (2001) yang terjual hingga dua juta kopi dan menjadi salah satu album terlaris dalam sejarah musik Indonesia. Sementara album Save My Soul (2003) memperlihatkan sisi musikalitas Padi yang lebih eksperimental dengan melibatkan sejumlah musisi ternama seperti Iwan Fals.
Pada 2011, Padi memutuskan vakum dari industri musik. Selama masa tersebut, Piyu menjalani karier solo sementara personel lainnya membentuk grup baru bernama Musikimia.
Setelah tujuh tahun vakum, Padi akhirnya kembali aktif pada 2017 dengan nama baru Padi Reborn. Mereka kemudian merilis album Indera Keenam pada 2019 yang menandai kebangkitan band legendaris tersebut setelah hampir satu dekade tidak merilis album studio.
Album 28 berisi delapan lagu, yakni “To The Sky”, “Berbalik Arah”, “Ego”, “Semua Sama Saja”, “Beginikah Rasanya”, “Meratap di Sini”, “Haru Biru”, dan “Punah”.
BACA JUGA: Sejarah Padhyangan, Cikal Bakal Kabaret Bandung hingga Lahirnya P-Project dan Project Pop
Setiap lagu dalam album ini dirancang dengan nuansa emosional berbeda yang menggambarkan perjalanan musikal Padi Reborn selama hampir tiga dekade. Lagu “Haru Biru” menjadi salah satu lagu yang paling menonjol karena mengangkat tema kehilangan, luka batin, dan proses berdamai dengan kehidupan.
Selain merilis album, Padi Reborn juga menghadirkan video klip resmi untuk lagu “Ego” dan “Haru Biru” yang semakin memperkuat identitas visual serta pesan emosional dari album terbaru mereka.
Kehadiran album 28 membuktikan bahwa Padi Reborn masih menjadi salah satu band pop rock paling berpengaruh di Indonesia. Dengan karakter musik yang kuat, lirik penuh makna, serta loyalitas penggemar yang tetap besar, Padi Reborn terus mempertahankan posisinya sebagai ikon musik Indonesia lintas generasi. (KSC)
TIM REDAKSI








