Onik Sang Penakluk Jeram: Usai Sabet 2 Emas PON 2024, Atlet Arung Jeram Medan Ini Tak Kenal Lelah Asah Diri untuk Latihan

Onik Sang Penakluk Jeram: Usai Sabet 2 Emas PON 2024, Atlet Arung Jeram Medan Ini Tak Kenal Lelah Asah Diri untuk Latihan
Trioni Narvatilova (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Deru arus Sungai Namu Gajah di Medan Tuntungan menjadi saksi bisu kegigihan seorang atlet muda yang tak kenal lelah menaklukkan waktu dan rintangan. Dialah Trioni Narvatilova (kliksumut.com/ist), atau akrab disapa Onik, atlet arung jeram asal Medan yang baru saja mengharumkan nama Sumatera Utara dengan raihan dua medali emas di PON XXI/2024 untuk nomor DR R6 dan DR R4 putri.

Meskipun euforia ajang olahraga nasional empat tahunan itu telah usai, semangat Onik tak surut. Sungai tetap menjadi rumah latihnya. Di bawah bimbingan dua pelatih andal, Jultri Saragih dan Zepta Wahyudi, Onik terus mengasah kemampuan fisik dan teknikalnya semua demi persiapan menuju tantangan baru di dunia arung jeram.

“Saya terus fokus latihan karena makin tertantang ikut kejuaraan lainnya. PON 2024 bukan akhir, justru awal perjalanan saya sebagai atlet,” ujar Onik saat ditemui, kemarin.

Perjalanan Onik tak dimulai dari lintasan kompetisi, melainkan dari kecintaan pada alam. Saat kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, ia bergabung dengan Kompas USU, komunitas pencinta alam yang memperkenalkannya pada dunia petualangan air. Dari sekadar menjajal sungai-sungai Sumatera Utara, perlahan ia jatuh cinta pada arung jeram sebuah olahraga ekstrem yang tak hanya menantang, tapi juga menyuguhkan keindahan alam.

BACA JUGA: Ketua POBSI Sumut Salomo TR Pardede Dukung Penuh Kejuaraan Biliar Antar Wartawan: Ajang Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat

Bacaan Lainnya

“Awalnya ikut eksplorasi sungai, lama-lama jadi hobi. Akhirnya ikut lomba, dan dari situlah muncul tekad saya untuk berprestasi di arung jeram,” kenangnya.

Anak kedua dari enam bersaudara ini mengaku, mewakili Sumatera Utara di PON adalah sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan besar. Lebih-lebih, ketika hasil jerih payahnya berbuah emas. Bagi Onik, prestasi ini bukan semata-mata untuk dirinya, tetapi juga untuk kota kelahirannya, Medan.

“Saya ingin Medan dikenal sebagai kota atlet. Dan saya bangga bisa jadi bagian dari perjuangan itu,” kata dara yang tinggal di Jalan Sei Berantas, Medan ini.

Bagi Onik, arung jeram bukan hanya olahraga. Ini adalah kombinasi antara olahraga, petualangan, dan rekreasi. Namun, bukan tanpa risiko. Jeram-jeram deras bisa jadi mematikan jika tidak dikuasai dengan teknik, kekuatan fisik, dan mental baja.

“Olahraga ini butuh kekompakan tim, komunikasi, ketangkasan, dan kekuatan. Di balik adrenalinnya, ada kerja sama dan ketulusan untuk saling percaya di atas perahu,” jelas alumni SMPN 10 Medan dan SDN 060888 Medan ini.

Sebelum bersinar di PON 2024, Onik telah mengumpulkan berbagai prestasi di lintasan arung jeram: Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan: 2017–2023, Kejuaraan Daerah Sungai Bahbolon: 2018 dan Medan Rafting Championship 2022.

BACA JUGA: Inspire Indosat 5K Fun Run: Bukti Program Pengembangan Talenta Muda yang Memberdayakan Generasi

Di luar dunia olahraga, Onik dikenal sebagai pribadi sederhana yang suka makan dimsum dan punya semangat juang tinggi. Tak heran, para pelatih menyebutnya sebagai “atlet yang selalu haus tantangan.”

PON mungkin telah usai, tapi semangat Onik tak pernah reda. Ia terus mendayung, melawan arus, menantang batas. Sebab bagi Onik, setiap jeram adalah panggilan untuk menaklukkan diri sendiri dan membuktikan bahwa mimpi bisa dicapai, asal tak pernah berhenti mendayung. (KSC)

Pos terkait