Oknum PTPN II Bongkar Paksa Posko, Sekber Mempertahankan NKRI Melawan dan Minta Adu Data Lahan

  • Whatsapp

LABUHAN DELI | kliksumut.com – Kembali lagi, Oknum PTPN II bersama oknum militer melakukan pembongkaran paksa Posko Sekber Mempertahankan NKRI, Sabtu (9/10/2021) di Jalan Karya Ujung Dusun I Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deliserdang, Sumatera Utara. Akibatnya bongkaran ini terjadi perlawan oleh Sekber Mempertahankan NKRI hingga adu mulut terjadi.

“Atas perintah siapa kalien memjongkar ini, tunjukan surat tugas kalien dan dasar apa membongkar, tunjukan data kalau ini lahan PTPN II, biar kita adu data, sebab kami punya data bahwa lahan ini adalah lahan konsensi, dan telah ada ahli warisnya dari keluarga melayu,” jelas Udin kepada oknum satpam PTPN II dan oknum militer yang menggunakan pakaian seragam.

Namun, karena berdalih diperintah atasan oknum satpam PTPN II dan oknum militer tetap melakukan pembongkaran secara paksa, maka terjadilah perlawan dan adu mulut terus dilontorkan oleh anggota Sekber Mempertahankan NKRI untuk tidak melakukan perusakkan walaupun dihalangi dengan menduduki lokasi posko.

BACA JUGA : Kerjasama PTPN II Dengan Ciputra Grup Terancam Batal?

Bacaan Lainnya

“Kita sudah meminta para oknum satpam dan oknum militer jangan melakukan perusakkan, tapi mereka tetap memaksa, tentunya kami tidak tinggal diam,” jelas B Pane perwakilan dari Tim Gabungan Sekretariat Bersama (Sekber) Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dijelaskan juga B Pane pada hari Rabu (15/9/2021) lalu telah melaporkan pengawas PTPN II bernama Arifin dan kawan-kawan ke Polisi Daerah (Polda) Sumatera Utara atas pembongkaran paksa bangunan Posko di Jalan Karya Dusun I, Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumatera Utara pada peristiwa pada hari Kamis (2/9/2021) yang lalu.

“Kita sudah melaporkan peristiwa pertama kepada Polda Sumatera Utara atas keberutalan mereka saat melakukan pembongkaran paksa bangunan posko joglo, rumah Adat Melayu Deli dan baliho serta spanduk Sekber Mempertahankan NKRI yang telah Rusak, ini dilakukan kembali oleh oknum Satpam PTPN II dan oknum militer yang juga ikut. Oh ya oknum militer kemarin hanya melihat dan memantau tapi ini mereka juga ikut melakukan perusakkan,” jelas B. Pane lagi.

Kembali lagi jelas B. Pane bahwa pelaporan atas Arifin Dkk yang saat ini sudah lengkap Berita Acara Perkara (BAP) nya, meminta pihak Polda Sumatera Utara untuk memproses dan menangkap Arifin dan kawan-kawan seperti para oknum pejabat PTPN II yang berada di lokasi serta kuasa hukum PTPN II bernama Sasra SH.MKn.

“Saya mewakili Sekber Mempertahankan NKRI dan keluarga melayu deli yang memiliki hak waris dari lahan 7,2 Hektar ini, meminta Kapolri, Kapoldasu hingga Presiden RI agar mengungkap kasus ini diusut tuntas dan tangkap oknum yang arogan seperti yang saat ini saya alami,” harap B. Pane.

Dijelaskan B.Pane kenapa dirinya ikut mempertahankan lahan ini, bahwa dirinya tidak mau lahan ini lepas ke pihak pengembang yang hanya untuk mendapatkan keuntungan saja.

“Saya tidak rela lahan ini dikuasai oleh pihak yang hanya mencari keuntungan, sebab kami mempunyai hak alas yang jelas dan lengkap tentang lahan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: PTPN II Melalui TNI Teror Pensiunan Dengan Merusak Pagar Rumah dan Lahan, Nyaris Bentrok dengan FUI

B.Pane juga menjelaskan bahwa pihaknya juga di dukung dari beberapa elemen seperti Forum Masyarakat Pendukung Kesultanan Deli (Formas PKD), Presidium Daerah FKPPI Sumatera Utara, Asmaul Husna Sembilan Sembilan, Paguyuban Antar Suku Dan Agama (PASDA), Forum Peduli Pertanahan Indonesia (Forlitan), Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya (PASSUS GINRA), Lembaga Bantuan Hukum Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat (LBH.KAP AMPERA), Bhayangkara Indonesia (BHARINDO), Gabungan Lembaga Anti Korupsi (GALAKSI) Sumatera Utara dan KBPPP Polri. (tim)

Pos terkait