Mentan Amran Sulaiman Buktikan Swasembada Beras, Stok Bulog Tembus 4,2 Juta Ton

Mentan Amran Sulaiman Buktikan Swasembada Beras, Stok Bulog Tembus 4,2 Juta Ton
Mentan Amran Sulaiman

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil membuktikan bahwa swasembada beras bukan sekadar jargon politik, tetapi kenyataan yang dapat diukur lewat data resmi. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, M. Yadi Sofyan Noor, menanggapi tulisan ekonom yang meragukan capaian swasembada beras.

Menurut Yadi, sebagian pihak masih terjebak paradigma lama yang menganggap impor beras sebagai solusi abadi. “Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, melampaui produksi 2024 sebesar 30,62 juta ton dan melebihi kebutuhan nasional 30–31 juta ton,” ujar Yadi di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

BACA JUGA: BPKH Pastikan Dana Aman, Subsidi Haji 2026 Capai Rp 33,2 Juta per Jemaah

Keberhasilan ini merupakan hasil strategi pemerintah di bawah arahan Mentan Amran, seperti:

  • Optimalisasi lahan tadah hujan menjadi produktif hingga 2–3 kali tanam per tahun.

  • Penyaluran pupuk 9,55 juta ton dengan penurunan harga hingga 20 persen, langkah bersejarah pertama kali terjadi.

  • Distribusi benih unggul dan percepatan mekanisasi pertanian.

“Mentan Amran tidak banyak beretorika, tapi fokus bekerja di lapangan. Sawah kembali produktif, biaya petani menurun, dan hasil panen meningkat. Ini bukan keberuntungan, tapi kerja terencana yang berpihak pada petani,” jelas Yadi.

Bacaan Lainnya

Tak hanya produksi meningkat, stok beras Perum Bulog kini mencapai 4,2 juta ton, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Cadangan ini cukup memenuhi kebutuhan nasional hingga pertengahan 2026 tanpa impor beras. “Impor beras tahun 2025 nol, tidak ada kapal beras yang bersandar di pelabuhan Indonesia. Fakta ini membuktikan narasi pesimis sebagian ekonom keliru,” tegas Yadi.

BACA JUGA: Percepatan Pembangunan Jalan Tol Padang Tiji–Seulimeum: Pemerintah Aceh Pastikan Ganti Rugi Tanam Tumbuh Transparan

Yadi menambahkan, kebijakan Mentan Amran menutup rapat pintu impor beras merupakan simbol nyata kedaulatan pangan Indonesia. Ia menyesalkan masih adanya pihak yang memandang negatif capaian ini. “Mereka seolah kehilangan inspirasi karena pintu impor sudah tertutup. Narasi itu menyesatkan dan mengabaikan kerja keras jutaan petani,” tambahnya.

Berdasarkan data BPS, stok Bulog, dan kebijakan pupuk yang berpihak, Yadi menegaskan bahwa Indonesia kini tidak lagi berbicara soal swasembada sebagai cita-cita, tetapi sebagai kenyataan. Produksi meningkat, stok melimpah, harga stabil, dan petani menikmati hasilnya. “Mentan Amran Sulaiman telah memupus mimpi para ekonom pro-impor. Data tidak pernah berbohong, Indonesia kini berdiri tegak di atas kakinya sendiri,” pungkas Yadi. (KSC)

Pos terkait