Menpora Siapkan Literasi Keuangan untuk Atlet Disabilitas, Bonus ASEAN Para Games 2025 Jadi Aset Masa Depan

Menpora Siapkan Literasi Keuangan untuk Atlet Disabilitas, Bonus ASEAN Para Games 2025 Jadi Aset Masa Depan
Menpora RI Erick Thohir akan menghadirkan pendampingan terkait literasi keuangan untuk membantu atlet menata masa depannya lebih sejahtera hingga pension. (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | KARANGANYAR – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan komitmennya dalam mendampingi para atlet disabilitas tidak hanya dalam hal prestasi olahraga, tetapi juga dalam perencanaan masa depan yang lebih sejahtera.

Hal tersebut disampaikan Menpora saat melakukan kunjungan ke Paralympic Training Center Indonesia. Dalam kesempatan itu, Erick mengungkapkan rencana menghadirkan program pendampingan literasi keuangan bagi para atlet, khususnya setelah raihan gemilang di ASEAN Para Games 2025.

Sebagaimana diketahui, kontingen Indonesia sukses besar dengan torehan 135 medali emas di ajang tersebut. Pemerintah pun memastikan pemberian bonus bernilai signifikan kepada para atlet berprestasi.

Namun, Erick Thohir menekankan bahwa bonus tersebut tidak boleh habis dalam waktu singkat tanpa perencanaan matang.

“Kita juga akan mendampingi melalui financial literacy supaya para atlet ini bisa menabung dan melakukan hal lain untuk masa depannya,” ujar Erick, Sabtu (14/2/2026).

BACA JUGA: Menpora RI Erick Thohir Bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Bahas Kolaborasi Prestasi hingga SEA Games 2027

Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting agar bonus yang diterima dapat diolah menjadi aset produktif, seperti investasi, usaha, atau tabungan jangka panjang yang menjamin kesejahteraan hingga masa pensiun.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan atlet disabilitas, agar keberhasilan di arena kompetisi sejalan dengan kestabilan ekonomi di masa tua.

Bacaan Lainnya

Tak ingin larut dalam euforia kemenangan, pemerintah bergerak cepat menatap agenda internasional berikutnya, yakni Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Jepang, bersamaan dengan Asian Games 2026.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) tetap berjalan secara berkelanjutan meski di tengah keterbatasan anggaran.

Erick menyebut pihaknya terus melakukan koordinasi dan konsolidasi latihan bersama jajaran terkait, termasuk Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga.

BACA JUGA: Kemenpora RI Dukung “Satu Narasi” untuk Perkuat Reputasi Pemerintah di Era Digital

“Untuk persiapan Asian Para Games, Kemenpora telah terus berkoordinasi, konsolidasi latihan meski dengan keterbatasan anggaran. Kami juga telah menyisir anggaran, insya Allah nanti kita juga akan undang NPC untuk duduk bareng seperti apa target-targetnya kita evaluasi bersama,” pungkasnya.

Kebijakan literasi keuangan ini menjadi langkah strategis yang jarang disentuh dalam pembinaan olahraga nasional. Tidak hanya mengejar medali, pemerintah kini menaruh perhatian serius pada keberlanjutan kehidupan atlet setelah masa aktifnya berakhir.

Dengan kombinasi prestasi, bonus, serta manajemen keuangan yang cerdas, diharapkan para pahlawan olahraga disabilitas Indonesia tidak hanya berjaya di podium, tetapi juga mandiri dan mapan secara finansial di masa depan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait