KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap penyebab utama melonjaknya kasus gagal ginjal di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat, terutama pola konsumsi tinggi gula dan minim aktivitas fisik, menjadi faktor dominan di balik peningkatan signifikan tersebut.
Dalam pernyataannya, Menkes Budi menyoroti kebiasaan konsumsi minuman manis yang semakin marak, khususnya di kalangan anak muda. Menurutnya, kebiasaan ini ibarat “menabung penyakit” yang sering kali tidak disadari.
“Banyak orang sebenarnya sedang menyicil penyakit ini dari pola konsumsi mereka,” ujarnya dalam video edukasi yang diunggah melalui platform Instagram, dikutip Senin (20/4/2026).
Tak hanya konsumsi gula berlebih, pola makan tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik juga memperparah risiko. Kombinasi ini memicu berbagai penyakit metabolik yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal secara bertahap.
BACA JUGA: Kemenkes Kick-Off Imunisasi MR 2026, Lindungi Ratusan Ribu Tenaga Kesehatan dari Ancaman Campak
Lonjakan kasus gagal ginjal juga berdampak besar pada pembiayaan kesehatan nasional. Sepanjang 2025, pemerintah tercatat mengeluarkan hingga Rp13 triliun untuk penanganan penyakit ini. Dalam enam tahun terakhir, angka tersebut bahkan melonjak hingga 400 persen.
Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa jumlah pasien gagal ginjal terus meningkat, dengan kebutuhan penanganan intensif seperti cuci darah (dialisis) hingga transplantasi ginjal yang memerlukan biaya besar.
Jika tren ini tidak segera dikendalikan, beban sistem kesehatan nasional diperkirakan akan semakin berat di masa mendatang.
Menkes Budi pun mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup. Mengurangi konsumsi gula, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan sehat menjadi kunci utama dalam menekan risiko gagal ginjal.
BACA JUGA: Kemenkes Percepat Pemenuhan Dokter Spesialis Lewat Program PPDS RSPPU untuk Putra-Putri Daerah
“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Mulai dari hal sederhana seperti mengurangi minuman manis dan lebih aktif bergerak,” tegasnya.
Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat, sehingga lonjakan kasus gagal ginjal dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia tetap terjaga. (KSC)
TIM REDAKSI





