KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan untuk melindungi kelompok berisiko tinggi sekaligus memutus rantai penularan penyakit Campak di fasilitas layanan kesehatan.
Program nasional ini menyasar total ratusan ribu tenaga kesehatan, terdiri dari 39.212 tenaga medis, 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap paparan virus.
“Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers daring, kemarin.
Berdasarkan data surveilans Kemenkes, tren kasus campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama 2026, angka tersebut turun drastis menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.
Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan kasus tertinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.
Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) juga terus dikejar di daerah terdampak. Per 9 April 2026, Depok telah mencapai 100%, disusul Kabupaten Bima (80,8%) dan Palembang (60,9%).
BACA JUGA: Kemenkes Percepat Pemenuhan Dokter Spesialis Lewat Program PPDS RSPPU untuk Putra-Putri Daerah
Imunisasi MR bagi tenaga kesehatan mulai dilaksanakan sejak 10 April 2026 di rumah sakit masing-masing dengan dosis 0,5 ml secara subkutan. Pemberian vaksin disesuaikan dengan riwayat imunisasi sebelumnya:
- Sudah dua dosis: tidak perlu vaksin ulang
- Satu dosis: mendapat tambahan satu dosis
- Belum pernah: wajib dua dosis (interval minimal 28 hari)
Kick-off program ini dilakukan serentak di enam rumah sakit perwakilan, termasuk RSUP H. Adam Malik, RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RS Pusat Otak Nasional, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, RSUD Kota Bandung, serta RS Kemenkes Makassar CPI.
Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, Zainal Safri, menyambut baik program ini dan menilai imunisasi MR penting untuk mencegah kasus campak pada orang dewasa.
“Harapannya, kejadian campak pada tenaga kesehatan dapat dicegah, karena riwayat imunisasi sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mencatat lonjakan kasus campak yang cukup signifikan sepanjang 2026.
Salah satu tenaga medis, dr. Rizky, dokter internship di RSUD Kota Bandung, menilai program ini sebagai langkah penting untuk memberikan perlindungan menyeluruh.
BACA JUGA: Kemenkes RI dan WHO Teken Grant Agreement 2026–2027, Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional
“Vaksinasi ini bukan hanya melindungi tenaga kesehatan, tetapi juga pasien dan lingkungan kerja,” katanya.
Program imunisasi MR ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional, khususnya dalam menghadapi penyakit menular yang masih menjadi tantangan.
Dengan cakupan vaksinasi yang luas dan terarah, pemerintah optimistis penularan campak dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan layanan kesehatan yang lebih aman bagi semua pihak. (KSC)
TIM REDAKSI








