KLIKSUMUT.COM | SEMARANG – Di balik keindahan alam lereng Gunung Ungaran, tersimpan sebuah mahakarya sejarah yang tak hanya memesona mata, namun juga kaya akan nilai budaya dan spiritual: Candi Gedong Songo. Terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, kompleks candi Hindu ini menjadi ikon pariwisata Jawa Tengah yang wajib dikunjungi bagi pecinta budaya, sejarah, dan petualangan alam.
Candi Gedong Songo merupakan salah satu kompleks percandian Hindu tertua di Indonesia, dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Nama “Gedong Songo” sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang berarti sembilan bangunan. Meski kini hanya lima candi utama yang masih berdiri kokoh, keagungan dan nilai sejarahnya tetap utuh memikat.
Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, udara sejuk dan panorama alam Bandungan yang asri menjadi daya tarik utama. Pengunjung tak hanya disuguhi pemandangan lereng gunung yang indah, namun juga bisa menelusuri jejak spiritual masa lalu yang masih hidup hingga kini.
BACA JUGA: Menjelajahi Keindahan Sibio Bio: Wisata Alam Eksotis di Padang Sidempuan yang Wajib Dikunjungi!
“Setelah berkunjung ke sini, saya jadi tahu lebih banyak tentang sejarah Hindu di Indonesia. Rasanya seperti belajar langsung di alam,” kata Ida, wisatawan asal Medan yang sedang melakukan kunjungan edukatif ke Candi Gedong Songo.
Tidak hanya sebagai situs sejarah, Candi Gedong Songo kini telah berkembang menjadi destinasi wisata terintegrasi. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik, seperti: Trekking antar candi dari Gedong I hingga Gedong V. Berendam di kolam air panas alami dari mata air Gunung Ungaran. Berkuda di jalur wisata yang telah disiapkan. Foto-foto di spot Instagramable, termasuk area selfie dan wahana buatan. Menikmati kuliner khas Bandungan dari pedagang lokal.
Candi Gedong Songo selalu ramai. Apalagi saat akhir pekan. Banyak rombongan dari luar kota, ada yang cari suasana alam, ada juga yang belajar sejarah,” ujar Susi, wisatawan asal Bogor
Candi Gedong Songo bukan sekadar situs arkeologi. Setiap bangunannya mencerminkan filosofi Hindu tentang perjalanan hidup manusia. Arsitektur candi dibagi menjadi tiga bagian: Bhurloka (alam manusia), Bhuvarloka (alam penyucian), dan Svarloka (alam para dewa).
Posisi candi yang berderet naik di lereng gunung juga memiliki makna spiritual: gunung dianggap sebagai tempat bersemayam para dewa. Tidak heran, hingga kini masih dilakukan ritual keagamaan umat Hindu di area ini.
Selain itu, simbol-simbol seperti Lingga-Yoni juga menjadi bukti perpaduan kepercayaan Hindu dan kearifan lokal yang menekankan pada kesuburan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas.
BACA JUGA: Aek Sijorni, Air Terjun Jernih Bertingkat di Tapanuli Selatan yang Tak Pernah Sepi Pengunjung!
Sejak pertama kali ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1804, kompleks ini telah menarik perhatian banyak peneliti. Dari zaman kolonial Belanda hingga kini, pemerintah terus melakukan pemugaran dan konservasi, termasuk menetapkan Candi Gedong Songo sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional pada tahun 2015.
Di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, situs ini terus dijaga agar tetap menjadi saksi sejarah dan sarana edukasi bagi generasi mendatang. (KSC)








