KLIKSUMUT.COM | YOGYAKARTA – Guru Besar Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Mahfud MD, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima ajakan dari Istana untuk bergabung dalam Tim Reformasi Polri. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.
Dalam pernyataannya, Mahfud menegaskan bahwa keputusannya menerima tawaran tersebut berangkat dari komitmen moral sebagai akademisi dan warga negara yang kritis namun konstruktif.
“Saya orang yang kritis, tetapi bukan nihilis. Saya masih menaruh harapan kepada pemerintah. Karena itu, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk mendorong perbaikan,” kata Mahfud kepada awak media, Selasa (23/9/2025).
Mantan Menko Polhukam ini menyebut ada tiga elemen utama dalam agenda reformasi Kepolisian Republik Indonesia, yakni: Reformasi Struktural, Reformasi Instrumental dan Reformasi Kultural.
BACA JUGA: Mahfud MD Heran Kejaksaan belum Eksekusi Silfester Matutina di Kasus Fitnah JK
Namun, menurut Mahfud, reformasi kultural adalah pintu masuk yang paling krusial untuk melakukan transformasi menyeluruh.
“Kalau ingin mereformasi Polri, yang paling dulu harus dilakukan adalah reformasi kultural. Itu akan menjadi fondasi bagi perubahan struktural maupun instrumental,” tegasnya.
Keterlibatan Mahfud MD dalam Tim Reformasi Polri dipandang sebagai angin segar di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap institusi kepolisian. Keberadaan tokoh independen dan berintegritas seperti Mahfud memberikan harapan baru untuk membangun Polri yang lebih profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat.
Pengamat menilai langkah ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah untuk membuka ruang partisipasi dari kalangan intelektual dan masyarakat sipil dalam proses reformasi di tubuh kepolisian.
BACA JUGA: Buruh Internasional Temui Mahfud MD Dorong Pemulihan Demokrasi Myanmar
Masuknya Mahfud ke dalam Tim Reformasi Polri juga dinilai sebagai sinyal kuat dari Istana bahwa reformasi Polri tidak lagi bisa ditunda. Apalagi, kepercayaan publik terhadap institusi ini tengah menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan latar belakang hukum yang kuat serta pengalaman sebagai pejabat tinggi negara, Mahfud diharapkan mampu memberikan perspektif kritis sekaligus solusi strategis dalam menyusun peta jalan reformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. (KSC)








