Mahasiswi IPB Jadi Korban Pemukulan Saat Studi Lapangan di Simalungun, Diduga Dianiaya Saat Rekam Kekerasan oleh Security PT TPL

Mahasiswi IPB Jadi Korban Pemukulan Saat Studi Lapangan di Simalungun, Diduga Dianiaya Saat Rekam Kekerasan oleh Security PT TPL
Korban Penganiayaan (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | SIMALUNGUN – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB University), Feny Siregar, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum security PT Toba Pulp Lestari (TPL), Rabu (22/9/2025), saat menjalani studi lapangan mengenai masyarakat adat Sihaporas.

Feny, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM), Fakultas Ekologi Manusia IPB, tengah melakukan penelitian ketika mendapati aksi kekerasan oleh pihak keamanan perusahaan terhadap warga lokal. Saat mencoba mendokumentasikan kejadian tersebut menggunakan ponselnya, ia diduga diintimidasi dan dipaksa menghapus video rekaman.

“Korban mengalami pemukulan dan tekanan untuk menghapus bukti video kekerasan. Kejadian ini sangat kami sesalkan,” tulis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam surat terbuka yang beredar luas di media sosial.

BACA JUGA: Iptu Parulian Sitanggang SH, MH: Penetapan Status Lamhot Sudah Sesuai Prosedur dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi. Ia menjelaskan bahwa pihak kampus telah merespons cepat dengan mengunjungi korban serta memberikan dukungan penuh.

Bacaan Lainnya

“Tim IPB sudah menemui korban, memantau kondisi dan perkembangan terbaru. Dekan FEMA, Pak Sofjan, juga sudah bertemu langsung dengan keluarga Feny untuk memberikan dukungan,” ujar Alfian, Sabtu (27/9/2025).

Lebih lanjut, Alfian menegaskan bahwa kondisi Feny saat ini telah membaik setelah sempat mendapatkan perawatan medis. “Kondisinya secara fisik dan psikis sudah membaik. Saat kejadian, ia sedang menjalani kegiatan akademik untuk riset tentang masyarakat adat,” tambahnya.

Dilaporkan ke Polisi

Peristiwa kekerasan tersebut telah dilaporkan ke Polres Simalungun pada 23 September 2025. Feny diketahui mengalami luka di bagian kepala akibat penganiayaan tersebut.

BACA JUGA: Santri Pesantren Korban Penganiayaan di Medan Trauma ke Sekolah

Hingga kini, publik menanti tindak lanjut aparat penegak hukum dalam menindak pelaku kekerasan serta memberikan perlindungan hukum kepada korban.

Kasus ini turut menyorot kembali konflik agraria dan ketegangan antara masyarakat adat dengan korporasi di kawasan hutan adat Sihaporas, wilayah yang telah lama menjadi titik panas sengketa lahan di Sumatera Utara. (KSC)

Pos terkait