KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Atlet tinju muda asal Medan, Luthfia Lisandri, tengah membidik prestasi puncak di ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026. Tak hanya itu, petinju berhijab ini juga memasang target tinggi: lolos PON XXII/2028 NTT-NTB, mengikuti jejak kakak sepupunya, Nurmala Deli, peraih emas PON XVIII/2012 di Riau.
Luthfia, alumni MAN 1 Medan dan lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) ini, kini fokus menjalani latihan intensif bersama tim tinju Kota Medan di Pusdiklat Jalan Pangguk Bahagia 1, Kelurahan Besar Martubung, Medan.
“Awalnya saya tertarik pada taekwondo saat masih SD. Namun setelah diajak Kak Nurmala nonton pertandingan tinju, saya langsung jatuh hati. Orang tua juga mendukung penuh. Alhamdulillah sekarang saya fokus menekuni tinju,” ujar Luthfia di Medan, Sabtu (27/9/2025).
Cewek kelahiran 13 Januari 2003 ini awalnya tak terpikirkan menjadi seorang petinju. Namun berkat cerita-cerita inspiratif sang sepupu tentang dunia tinju, serta berbagai pengalaman berkeliling Indonesia lewat pertandingan, Luthfia mulai ikut latihan pada Oktober 2017 di FOX Boxing Camp Medan.
Kini, atlet yang bertarung di kelas 48 kg ini terus mengasah kemampuan teknik, fisik, dan mental agar tampil optimal di ajang Porprovsu 2026.
Setelah sebelumnya sukses mengantongi tiket ke PON 2024, Luthfia kini memasang target lebih tinggi: mengamankan tiket PON XXII/2028 yang akan digelar di NTT-NTB.
“Rasanya senang bisa ikut PON 2024. Tapi saya tidak berhenti di situ. Saya terus latihan memperbaiki teknik, skill, dan stamina untuk bisa kembali mewakili Sumut di PON 2028 nanti,” katanya dengan penuh semangat.
Kehadiran Luthfia dalam tim tinju Medan bukan hanya untuk prestasi pribadi. Ia juga membawa misi membuktikan bahwa Kota Medan memiliki banyak petinju amatir berbakat yang mampu bersaing di level nasional.
Sebagai atlet muda yang tumbuh dengan semangat keluarga dan dukungan penuh dari orang tua, pasangan Andri Irawan dan Erna Wati Lubis, Luthfia menunjukkan bahwa kombinasi kerja keras, tekad, dan dukungan lingkungan adalah kunci menuju sukses di dunia olahraga. (KSC)








