KTT ASEAN 2026: Prabowo dan Pemimpin Asia Tenggara Sepakati Kerja Sama Energi dan Pangan

KTT ASEAN 2026: Prabowo dan Pemimpin Asia Tenggara Sepakati Kerja Sama Energi dan Pangan
Menteri Luar Negeri

KLIKSUMUT.COM | CEBU – Presiden Prabowo Subianto bersama para pemimpin negara ASEAN menyepakati penguatan kerja sama regional di sektor energi dan pangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu, Filipina. Kesepakatan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan konflik geopolitik dunia.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, fokus utama pembahasan dalam KTT ASEAN 2026 adalah membangun kawasan Asia Tenggara yang tangguh menghadapi ancaman krisis energi dan pangan akibat konflik internasional, termasuk situasi di Timur Tengah.

“Karena kita sadari bersama, perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita dengan cepat akan langsung berimbas pada kehidupan masyarakat di kawasan kita. Dan inilah yang dirasakan oleh seluruh negara-negara ASEAN,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah konkret, termasuk penguatan implementasi ASEAN Petroleum Security Agreement untuk menjaga stabilitas pasokan energi kawasan serta optimalisasi APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) sebagai mekanisme cadangan beras darurat negara-negara ASEAN+3.

Kerja sama ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan rantai pasok global yang dapat memicu lonjakan harga energi maupun pangan di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA: Kapolri Mutasi Besar-besaran: Komjen Panca Putra Resmi Jadi Kalemdiklat Polri

Sugiono menilai, kesadaran kolektif negara-negara ASEAN kini semakin kuat untuk membangun kawasan yang lebih resilien terhadap tekanan global.

“Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurut Sugiono, agenda kerja sama regional tersebut juga sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo yang sejak awal menempatkan ketahanan energi dan ketahanan pangan sebagai fondasi utama kedaulatan nasional.

“Ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, termasuk negara kita,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya telah mendorong berbagai program strategis untuk memperkuat swasembada pangan dan mempercepat transisi energi nasional guna menghadapi tantangan ekonomi global.

BACA JUGA: Kemenkes RI Waspadai Lonjakan Obesitas di Indonesia, Menkes Budi: Harus Jadi Gerakan Hidup Sehat

Pengamat menilai langkah ASEAN memperkuat kolaborasi energi dan pangan menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia. Konflik internasional yang berkepanjangan berpotensi mengganggu distribusi minyak, gas, hingga komoditas pangan utama yang selama ini menjadi penopang ekonomi negara-negara berkembang.

Dengan kesepakatan yang dicapai dalam KTT ASEAN ke-48, kawasan Asia Tenggara diharapkan mampu memperkuat stabilitas ekonomi regional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak krisis global yang semakin tidak menentu. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait